Ratusan Siswa Baru Ikuti MPLS SMAN 3 Ambon 2026, PLT Kepala Sekolah Tegaskan Komitmen Anti-Bullying

AMBON. Jejakberita, Com – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 3 Ambon bukan sekadar menjadi awal perjalanan ratusan peserta didik baru memasuki jenjang pendidikan menengah. Lebih dari itu, sekolah menegaskan komitmen membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan.

Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 3 Ambon, Yosina Hetharion, S.Pd, saat memberikan sambutan pada kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 yang berlangsung di lapangan upacara SMAN 3 Ambon, Selasa (14/7/2026).

Dalam sambutannya, Yosina menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru kelas X yang resmi bergabung menjadi keluarga besar SMAN 3 Ambon.

“Hari ini merupakan langkah awal bagi kalian untuk mengembangkan potensi diri dan meraih cita-cita. SMA Negeri 3 Ambon adalah rumah kedua yang aman dan nyaman, tempat membentuk generasi yang berkarakter, bermoral, beretika, dan berkepribadian kuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah yang aman dan nyaman. Menurutnya, budaya sekolah tidak hanya berbicara mengenai tata tertib, tetapi juga mencakup nilai, sikap, kebiasaan, serta perilaku seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan peserta didik.

Mengusung tema “MPLS Ramah, Sekolah Aman, Belajar Nyaman, Tumbuh Berkarakter”, Yosina menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi tindakan bullying, kekerasan fisik, verbal maupun kekerasan di ruang digital.

“Tidak ada tempat bagi perundungan di sekolah ini. Setiap anak harus dihargai, didengar, dan dilindungi karena setiap pribadi memiliki keunikan dan potensi yang berbeda. Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, bertanya, berkreasi, dan mengembangkan diri tanpa rasa takut maupun intimidasi,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, OSIS, MPK, dan seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah serta mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik.

Selama lima hari pelaksanaan MPLS, para siswa baru akan menerima berbagai materi pengenalan budaya sekolah, wawasan kebangsaan, tata tertib, pengembangan karakter, hingga pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler guna membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Yosina berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh karena akan menjadi bekal penting dalam menjalani pendidikan selama tiga tahun ke depan di SMAN 3 Ambon.

Sementara itu, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Maluku, Eky Aristanto P. Punu, SE., MM, saat membuka kegiatan MPLS dan membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menyampaikan bahwa hari pertama sekolah merupakan pengalaman berharga yang akan selalu dikenang oleh setiap peserta didik. 

Rasa semangat, gugup, maupun cemas merupakan hal yang wajar dialami oleh siswa yang baru memasuki lingkungan sekolah.

“Pemerintah ingin memastikan bahwa sejak hari pertama sekolah, setiap anak merasa diterima, dihargai, dan dilindungi. Tidak ada anak yang merasa sendirian ataupun takut datang ke sekolah. Itulah semangat MPLS Ramah,” demikian isi sambutan Menteri.

Menteri juga menegaskan sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh peserta didik tanpa kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat sesama teman.

Melalui program Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Menteri mengajak seluruh peserta didik untuk membangun karakter melalui lima komitmen utama, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati orang tua dan guru, belajar dengan sungguh-sungguh, hidup rukun dengan sesama, serta mencintai tanah air Indonesia.

“Mulailah dari hal-hal sederhana. Ajak teman baru bermain, bantu teman yang mengalami kesulitan, biasakan mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih. Jika melihat adanya perundungan, jangan diam, tetapi segera laporkan kepada guru agar dapat ditangani dengan baik,” pesan Menteri.

Kegiatan pembukaan MPLS berlangsung penuh semangat dan dihadiri perwakilan BPMP Provinsi Maluku, pengurus Komite SMAN 3 Ambon, para wakil kepala sekolah, dewan guru, tenaga tata usaha, orang tua/wali murid, panitia MPLS, pengurus OSIS, serta seluruh peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027. (JB-01)

Pos terkait