Seleksi Bintara Polri 2026 di Maluku Masuk Tahap PMK, Propam Tegaskan Zero Calo

Ambon. Jejakberita, Com – Polda Maluku mempertegas komitmennya terhadap proses rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik percaloan. Hal itu ditunjukkan dengan keterlibatan langsung Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol Indera Gunawan, dalam pengawasan tahapan Wawancara Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) calon Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di SMA Negeri 2 Ambon, Kamis (18/6/2026).

Kehadiran Kabid Propam yang juga bertindak sebagai Ketua Bidang PMK menjadi langkah konkret untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Pengawasan dilakukan guna mencegah segala bentuk penyimpangan, intervensi, maupun praktik yang dapat merusak kredibilitas penerimaan anggota Polri.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Indera Gunawan menegaskan bahwa tahapan Penelusuran Mental Kepribadian memiliki peran penting dalam menilai kualitas karakter calon anggota Polri, selain aspek akademik dan kemampuan fisik.

“PMK merupakan instrumen strategis untuk memastikan calon anggota Polri memiliki integritas, moralitas, loyalitas, serta komitmen kebangsaan yang kuat. Kami berkomitmen menjaga seluruh proses tetap bersih, transparan, objektif, dan akuntabel sesuai prinsip BETAH,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi berdasarkan kemampuan dan kualitas diri masing-masing tanpa adanya perlakuan khusus.

“Tidak ada ruang bagi praktik percaloan, titipan maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Seluruh tahapan diawasi secara ketat untuk menjamin hasil seleksi yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan wawancara PMK, Kabid Propam didampingi Kabag Dalpers Ro SDM Polda Maluku AKBP Tommy Bambang Souissa, Kasubbag Diapers Bag Dalpers Ro SDM, serta Ps Kaur Litpers Subbid Paminal Bid Propam Polda Maluku.

Untuk menjaga integritas proses seleksi, pengawasan juga melibatkan Tim Pengawas Internal dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku. Sistem pengawasan berlapis tersebut diterapkan agar setiap tahapan berjalan sesuai standar operasional dan ketentuan yang ditetapkan Mabes Polri.

Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi selaku Ketua Panitia Daerah Penerimaan Polri Tahun Anggaran 2026 mengatakan, PMK menjadi bagian penting dalam mewujudkan rekrutmen berbasis merit guna menghasilkan sumber daya manusia Polri yang unggul dan berintegritas.

“Penerimaan anggota Polri bukan sekadar mencari peserta yang lulus seleksi, tetapi mencari putra-putri terbaik bangsa yang memiliki integritas, karakter kebangsaan, mental kepribadian yang baik, serta kesiapan mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Menurutnya, proses seleksi yang kredibel menjadi fondasi utama dalam mencetak anggota Polri yang profesional dan mampu menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.

Tahapan PMK sendiri berfokus pada pendalaman aspek kepribadian, ideologi, wawasan kebangsaan, rekam jejak sosial, integritas, serta komitmen peserta terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Melalui seleksi yang ketat, objektif, dan diawasi secara berlapis, Polda Maluku berharap dapat melahirkan calon anggota Polri yang tidak hanya unggul secara akademik dan fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi transformasi Polri Presisi dalam mewujudkan tata kelola rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia unggul demi mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan. (JB-01)

Pos terkait