AMBON. Jejakberita, Com – Sebanyak 73 calon anggota Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Maluku berhasil lolos tahapan Uji Kesamaptaan Jasmani setelah dinyatakan memenuhi syarat (MS). Proses seleksi yang berlangsung di Lapangan Tahapary, Tantui, Kota Ambon, itu diklaim berjalan transparan, objektif, dan bebas intervensi dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Pelaksanaan uji jasmani dipimpin langsung oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaidi. Tahapan ini menjadi salah satu proses penting dalam rekrutmen anggota Polri untuk mengukur kesiapan fisik dan kemampuan dasar para peserta.
Dari total peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 73 orang terdiri atas 67 pria dan 6 wanita dinyatakan memenuhi syarat oleh tim penguji dan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Kombes Pol Jemi Junaidi menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan berdasarkan sistem merit, yakni penilaian yang berfokus pada kemampuan, kompetensi, dan hasil capaian peserta tanpa adanya perlakuan khusus maupun intervensi dari pihak manapun.
“Seluruh tahapan seleksi kami pastikan berjalan objektif, transparan, dan akuntabel. Nilai yang diperoleh peserta merupakan hasil kemampuan masing-masing yang diuji sesuai standar yang telah ditetapkan. Tidak ada ruang untuk praktik kecurangan maupun intervensi dalam proses seleksi ini,” kata Jemi Junaidi.
Untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan, Polda Maluku menerapkan pengawasan berlapis yang melibatkan unsur internal maupun eksternal. Pengawasan internal dilakukan oleh Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, sementara pengawasan eksternal melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku.
Sebelum mengikuti uji fisik, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Maluku. Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan kondisi fisik dan tekanan darah guna memastikan peserta dalam kondisi prima.
Materi yang diujikan dalam Kesamaptaan Jasmani meliputi lari selama 12 menit pada Kesamaptaan Jasmani A, kemudian pull-up, sit-up, push-up, shuttle run atau lari angka delapan, kemampuan renang, hingga pemeriksaan antropometri atau postur tubuh pada Kesamaptaan Jasmani B.
Sebagai bentuk transparansi, hasil penilaian diumumkan langsung kepada peserta setelah seluruh rangkaian tes selesai dilaksanakan. Pengumuman disampaikan oleh Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku berdasarkan hasil rekapitulasi resmi tim penguji.
Jemi juga mengingatkan para peserta agar terus menjaga integritas, disiplin, dan semangat kompetisi yang sehat selama mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
“Menjadi anggota Polri bukan hanya membutuhkan kemampuan fisik, tetapi juga integritas, mental yang kuat, serta komitmen untuk melayani masyarakat. Karena itu, seluruh peserta harus menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas,” ujarnya.
Polda Maluku menilai penerapan prinsip BETAH dalam proses rekrutmen menjadi bagian dari upaya membangun institusi Polri yang profesional, modern, serta semakin dipercaya masyarakat. Melalui seleksi yang terbuka dan berbasis kompetensi, diharapkan lahir personel Polri yang memiliki kualitas, karakter, dan integritas tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Seluruh rangkaian Uji Kesamaptaan Jasmani Penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. (JB-01)






