Polda Maluku Jadi Lokus Penelitian Nasional Polri, Perkuat Penanganan Unjuk Rasa Humanis dan Profesional

Ambon. Jejakberita, Com – Polda Maluku dipercaya menjadi salah satu lokasi penelitian nasional yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri. Penelitian ini difokuskan pada penguatan strategi penanganan aksi penyampaian pendapat di muka umum agar semakin humanis, profesional, dan tetap menjamin hak demokrasi masyarakat.

 

Kegiatan tersebut ditandai dengan kunjungan Tim Peneliti Puslitbang Polri yang dipimpin Kabisgasopsnal Puslitbang Polri Kombes Pol Saefuddin Muhamad, S.I.K., ke Markas Polda Maluku di Ambon, Selasa (9/6/2026).

 

Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data, pendalaman informasi, serta diskusi bersama pejabat utama, perwira menengah, perwira pertama, dan personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Maluku. Hasil kajian nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi strategis bagi Polri dalam meningkatkan kualitas pengamanan aksi unjuk rasa di seluruh Indonesia.

 

Ketua Tim Peneliti Puslitbang Polri, Kombes Pol Saefuddin Muhamad, mengapresiasi dukungan dan keterbukaan Polda Maluku selama proses penelitian berlangsung. Menurutnya, partisipasi aktif seluruh personel menjadi faktor penting untuk menghasilkan kajian yang objektif dan komprehensif.

 

“Penelitian ini bertujuan memperoleh data dan masukan faktual dari lapangan terkait pelaksanaan pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Hasilnya akan menjadi bahan kajian untuk menyusun rekomendasi yang dapat memperkuat kebijakan dan strategi pengamanan Polri secara nasional,” ujarnya.

 

Sementara itu, Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Ronald Refli Rumondor mengatakan, terpilihnya Polda Maluku sebagai objek penelitian nasional menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat pola pengamanan aksi unjuk rasa yang semakin profesional dan berorientasi pada perlindungan hak masyarakat.

 

“Polda Maluku menyambut baik pelaksanaan penelitian ini. Kami berharap hasil penelitian Puslitbang Polri dapat menjadi masukan strategis untuk meningkatkan kualitas pengamanan aksi unjuk rasa sehingga semakin profesional, humanis, dan tetap menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara konstitusional,” katanya.

 

Menurut Ronald, kondisi sosial dan karakteristik masyarakat Maluku memiliki dinamika tersendiri dalam penanganan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Karena itu, evaluasi berbasis penelitian dinilai penting untuk menghadirkan pola pengamanan yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Penelitian berlangsung di Ruang Rapat Utama Basudara Manise, Lantai V Markas Polda Maluku. Dalam sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman, tantangan, serta masukan terkait pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa yang selama ini dilakukan.

 

Pada kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan Puslitbang Polri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan institusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

 

“Polri terus berupaya memperkuat pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas, termasuk pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Melalui penelitian ini diharapkan lahir rekomendasi yang mampu meningkatkan profesionalisme anggota sekaligus memperkuat perlindungan terhadap hak-hak demokratis masyarakat,” ungkapnya.

 

Rositah menambahkan, Polda Maluku berkomitmen mendukung setiap program pengembangan organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

 

Penelitian nasional yang dilaksanakan Puslitbang Polri ini menjadi bagian dari langkah strategis institusi dalam memastikan pengamanan aksi unjuk rasa di seluruh Indonesia berjalan secara profesional, proporsional, serta mengedepankan keseimbangan antara perlindungan hak asasi manusia dan keamanan masyarakat. (JB-01)

Pos terkait