Ambon. Jejakberita, Com – Sebanyak 14 dari 16 peserta seleksi Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Panitia Daerah (Panda) Maluku dinyatakan lolos Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II.
Meski berhasil melewati tahapan krusial tersebut, peserta diingatkan agar tidak terlena karena proses seleksi menuju Akpol masih panjang dan semakin kompetitif.
Rikkes Tahap II dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Ambon, Jumat (5/6/2026), dan dipimpin langsung oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaidi, S.I.K., M.M.
Dari total 16 peserta yang mengikuti pemeriksaan lanjutan, terdiri atas 15 pria dan 1 wanita, sebanyak 14 peserta dinyatakan memenuhi syarat (MS), sementara dua peserta pria dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
Pemeriksaan kesehatan tahap kedua tersebut meliputi pemeriksaan laboratorium darah, urine, serta radiologi atau rontgen (X-Ray). Hasil pemeriksaan diumumkan secara terbuka di hadapan peserta dan tim pengawas sebagai bentuk transparansi proses seleksi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Dokkes Polda Maluku selaku Ketua Bidang Rikkes, Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku, Kasubbag Diapers Bag Dalpers Biro SDM Polda Maluku, serta Karumkit Bhayangkara TK III Ambon.
Pelaksanaan seleksi juga mendapat pengawasan ketat dari unsur internal dan eksternal. Pengawasan internal dilakukan oleh Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, sedangkan pengawasan eksternal melibatkan Ombudsman RI Perwakilan Maluku dan media massa.
Sebagai bentuk penerapan prinsip rekrutmen Polri yang Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat diberikan kesempatan berkonsultasi langsung dengan tim medis untuk mengetahui hasil pemeriksaan dan penyebab ketidaklulusan.
Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi menegaskan bahwa kelulusan pada Rikkes Tahap II bukan jaminan menjadi Taruna Akpol dan bukan akhir dari proses seleksi.
“Hasil Rikkes Tahap II yang telah diumumkan hari ini patut disyukuri oleh peserta yang dinyatakan lulus. Namun perjalanan masih panjang dan persaingan ke depan akan semakin ketat. Jangan terlena dengan hasil yang sudah dicapai dan jangan bereuforia secara berlebihan,” kata Jemi.
Menurutnya, setiap tahapan seleksi memiliki tantangan tersendiri sehingga peserta harus terus menjaga kondisi fisik, kesehatan, mental, dan kemampuan akademik agar mampu bersaing hingga tahap akhir.
“Kelulusan pada tahap ini bukan jaminan untuk menjadi Taruna Akpol. Saya minta seluruh peserta tetap fokus mempersiapkan diri, menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku selama proses seleksi berlangsung,” ujarnya.
Jemi juga menegaskan komitmen Polda Maluku dalam menjaga integritas proses penerimaan anggota Polri agar tetap objektif, transparan, dan bebas dari praktik percaloan maupun intervensi pihak mana pun.
Menurutnya, seluruh tahapan seleksi dirancang untuk menjaring calon perwira Polri terbaik yang memiliki kualitas, kompetensi, integritas, dan profesionalisme guna menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di masa mendatang.
Rikkes Tahap II menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi Akpol 2026 untuk memastikan peserta yang melaju ke tahap berikutnya memiliki kondisi kesehatan yang memenuhi standar sebagai calon perwira Polri.
(JB-01)






