Pangdam XV/Pattimura Dorong Pacuan Kuda MBD Jadi Event Nasional, Siapkan “Pangdam Cup”

Tiakur. Jb, Com – Panglima Kodam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto mendorong ajang pacuan kuda di Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi event daerah berkelas nasional.

Bahkan, ia berencana menggelar lomba bertajuk “Pangdam Cup” setiap 5 Oktober sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata dan budaya lokal.

Komitmen itu disampaikan Pangdam saat menghadiri jamuan makan malam dan silaturahmi bersama Pemerintah Kabupaten MBD di Rumah Jabatan Bupati MBD, Tiakur, Rabu (20/5/2026).

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Dody Triwinarto mengaku terkesan dengan pelaksanaan perlombaan pacuan kuda di areal Telaga Augersa, Desa Tounwawan. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon daerah.

“Setelah melihat pertandingan pacuan kuda yang digelar di areal Telaga Augersa Desa Tounwawan, saya melihat ini sesuatu yang luar biasa dan perlu dikembangkan,” kata Pangdam.

Ia menilai pacuan kuda di MBD memiliki keunikan tersendiri karena berlangsung secara alami, melibatkan masyarakat, serta memiliki nilai budaya yang kuat.

“Akan saya buat lomba pacuan kuda Piala Pangdam Cup setiap 5 Oktober tahun berjalan. Ini potensi yang luar biasa karena biayanya murah, natural, damai dan melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Pangdam juga menegaskan pentingnya membangun identitas daerah yang mampu dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Ia melihat MBD memiliki kekuatan besar dari sisi adat budaya maupun kondisi geografis wilayah.

“Kita di MBD harus punya ikon yang perlu dikenalkan hingga skala nasional dan internasional. Saya melihat potensi adat budaya dan topologi wilayahnya sangat baik, tinggal bagaimana kita kreatif dan inovatif mengembangkan potensi tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati MBD Agustinus L. Kilikily menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Pangdam XV/Pattimura bersama rombongan ke Kabupaten MBD.

Menurut Kilikily, silaturahmi dan penyambutan tamu merupakan bagian dari budaya masyarakat MBD yang terus dijaga sebagai bentuk penghormatan dan penguatan hubungan kekeluargaan.

“Silaturahmi ini merupakan sebuah tradisi bagi masyarakat MBD, karena kami sangat menghargai setiap tamu yang datang. Dengan silaturahmi seperti ini semoga dapat mempererat tali kekeluargaan dan menjadi semangat dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pangdam juga menyinggung potensi besar MBD ke depan seiring hadirnya Proyek Strategis Nasional Blok Masela. Ia optimistis daerah tersebut akan berkembang pesat dalam lima tahun mendatang.

“Saya optimistis MBD dalam kurun waktu lima tahun ke depan akan maju dan berkembang. Nantinya akan banyak anak-anak daerah yang bisa bekerja di sana,” ujar Pangdam.

Ia mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal agar tidak hanya menjadi penonton saat proyek besar tersebut mulai beroperasi.

“Kita harus monitor dan jangan terlambat. Jangan sampai kita menjadi penonton di daerah sendiri,” tandasnya. (JB-01)

Pos terkait