Jb. Com, Tual — Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengerahkan armada laut ke wilayah terpencil di Maluku.
Melalui unsur operasi Catamaran 5-07 di bawah Zona Bakamla Timur, Bakamla membantu mobilisasi tim Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjangkau pulau-pulau pesisir di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, pada Kamis (30/4).
Dukungan ini dilakukan dalam rangka kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) program MBG yang telah berjalan sejak Januari 2025. Tim BGN melakukan appraisal terhadap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta kualitas makanan yang didistribusikan kepada para siswa tetap layak konsumsi.
Kondisi geografis Kota Tual yang terdiri dari gugusan pulau kecil berpenghuni dengan jarak antarpulau mencapai puluhan mil laut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program nasional. Oleh karena itu, kehadiran sarana angkutan laut yang andal menjadi kunci utama dalam menjamin distribusi layanan gizi berjalan optimal.
Beberapa wilayah yang menjadi sasaran kegiatan ini antara lain Pulau Tayando, Pulau Kur, Hirit, hingga Desa Tual. Dengan dukungan transportasi laut dari Bakamla, tim BGN dapat menjangkau daerah-daerah tersebut secara lebih efektif dan efisien.
Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr., Opsla, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung penuh program MBG, khususnya di wilayah 3T. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan pemenuhan gizi bagi generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Bakamla RI akan terus mendorong seluruh unit kerja untuk berperan aktif dalam mendukung program strategis nasional, termasuk MBG, demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjangkau wilayah-wilayah terluar Indonesia, sekaligus memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam mendapatkan asupan gizi yang layak. (JB-01)






