Jb. Com, Ambon – Bank Indonesia kembali menggulirkan program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dengan menggandeng Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut untuk mendistribusikan uang rupiah ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Provinsi Maluku. Misi ini menjadi simbol nyata kehadiran negara hingga pelosok kepulauan.
Pelepasan tim ERB dilakukan oleh Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, di Dermaga Irian, Halong, Kota Ambon, Rabu (29/4/2026). Tim diberangkatkan menggunakan KRI Dorang-874 milik Komando Daerah TNI AL (Koarmada IX).
Turut hadir Plt Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku Dhita Aditiya Nugraha serta Wakil Komandan Koarmada IX Laksma TNI Muhammad Risahdi yang mewakili Pangkoarmada IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas.
Sebanyak 15 personel tim ERB bersama tim bakti sosial kesehatan TNI AL akan menjalankan pelayaran selama delapan hari, mulai 29 April hingga 6 Mei 2026. Mereka dijadwalkan mengunjungi enam pulau 3T di Maluku, yakni Pulau Kur, Teor, Kesui, Seram, Buru, dan Manipa.
Dhita menjelaskan, BI sebagai otoritas yang berwenang mengedarkan rupiah terus memastikan ketersediaan uang layak edar di seluruh wilayah NKRI, termasuk daerah yang sulit dijangkau. Sinergi dengan TNI AL dinilai menjadi solusi efektif menjangkau wilayah kepulauan.
“Kerja sama ini sudah dimulai sejak 2012 dan telah menjangkau ratusan pulau. Tahun 2026, kegiatan ERB ditargetkan berlangsung 23 kali dengan cakupan 115 pulau,” ujarnya.
Dalam ekspedisi kali ini, tidak hanya layanan penukaran uang rupiah yang diberikan. Tim juga membawa berbagai program edukasi dan sosial, seperti edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi bela negara, hingga sosialisasi kesiapsiagaan bencana pesisir.
Selain itu, BI juga menggandeng duta lokal untuk memperkuat literasi rupiah di setiap pulau serta memasang penanda (signage) ERB sebagai simbol kehadiran rupiah di wilayah terpencil.
Sementara itu, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksda TNI Yayan Sofiyan dalam amanatnya yang dibacakan Wadan Koarmada IX menegaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama resmi antara BI dan TNI AL dalam distribusi dan pengamanan uang rupiah, termasuk ke wilayah 3T.
“Melalui ERB, masyarakat di daerah terpencil diharapkan lebih mudah memperoleh uang layak edar untuk mendukung aktivitas ekonomi,” katanya.
Wakil Gubernur Maluku menegaskan, keterlibatan TNI AL sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan sekaligus penghubung antarwilayah menjadi faktor kunci keberhasilan ekspedisi ini.
“Ini bukan sekadar distribusi uang, tapi simbol kehadiran negara dan komitmen memastikan seluruh masyarakat, di manapun berada, memiliki akses yang sama terhadap layanan dasar, termasuk uang rupiah,” tegas Vanath.
Acara pelepasan tim turut dimeriahkan dengan demonstrasi Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) oleh prajurit TNI AL, serta dihadiri jajaran pejabat BI Maluku, perbankan, dan unsur Koarmada IX. (JB-01)






