Dankodaeral IX Terima Bank Indonesia Maluku, Bahas Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Wilayah Terpencil

JB. Com, Ambon – Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas menerima kunjungan Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Adit Aditya Nugraha, guna membahas penguatan sinergi distribusi uang rupiah hingga ke wilayah terdepan dan terpencil di Maluku. Pertemuan dalam bentuk Courtesy Call (CC) itu berlangsung di Lobby Mako Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Senin (20/4/2026).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas rencana kerja sama dalam pelaksanaan program Ekspedisi Rupiah Berdaulat, yang merupakan agenda rutin Bank Indonesia untuk menjaga kedaulatan mata uang rupiah hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil), khususnya di Provinsi Maluku.

Dalam kunjungan itu, Adit turut didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Dicky R. Afriyanto bersama jajaran, yakni Izaac Wattimena dan Patimase Hanokh.

Sementara itu, Dankodaeral IX didampingi sejumlah pejabat utama, di antaranya Ir Kodaeral IX, Asops Dankodaeral IX, Aster Dankodaeral IX, Komandan KRI Dorang, serta Dandenma Kodaeral IX.

Hanarko menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan dukungan penuh TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral IX, terhadap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat oleh Bank Indonesia.

Ia menilai kerja sama ini penting dalam memastikan distribusi uang rupiah berjalan aman dan merata di wilayah kepulauan Maluku yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

“Sinergi ini diharapkan dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung distribusi uang rupiah secara aman dan merata,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kolaborasi antara TNI AL dan Bank Indonesia tidak hanya berdampak pada kelancaran distribusi uang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, kehadiran negara melalui distribusi rupiah hingga ke wilayah perbatasan dan pulau-pulau terpencil dinilai semakin memperkuat kedaulatan ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional. (JB-01)