BI Maluku Gelar Cek Kesehatan Anak Stunting dan Donor Darah, Lisa Wattimena: Masa Depan Anak Harus Dijaga

Ambon. Jejakberita, Com – Di balik angka stunting yang terus ditekan, ada ratusan anak di Kota Ambon yang masih membutuhkan perhatian, asupan gizi, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kepedulian itu kembali diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan anak teridentifikasi stunting dan donor darah yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) Maluku 2026.

Kegiatan berlangsung di Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon Lisa Wattimena, sejumlah pimpinan OPD Pemkot Ambon, Ketua Pokja 4 dan tim, pimpinan Palang Merah, tenaga kesehatan, orang tua dan anak penerima manfaat, para pendonor, serta tamu undangan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Rakhmat Pratama mengatakan, PQN tidak hanya menjadi momentum untuk memperluas penggunaan QRIS dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.

Menurutnya, momentum tersebut juga harus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi, inklusivitas, dan kepedulian sosial agar kehadiran BI memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Semangat Pekan QRIS Nasional tidak hanya berbicara mengenai transaksi digital, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun semangat kolaborasi, inklusivitas, dan kepedulian,” kata Rakhmat.

BI Dukung Penanganan Stunting di Ambon

Rakhmat menjelaskan, pemeriksaan kesehatan anak teridentifikasi stunting dilakukan melalui kolaborasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Ambon.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari dukungan BI terhadap upaya penanganan stunting, terutama dalam memantau kondisi kesehatan serta tumbuh kembang anak.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas tumbuh kembang dan kesehatan anak dalam jangka panjang,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Rakhmat, penanganan stunting membutuhkan perhatian berkelanjutan serta keterlibatan berbagai pihak. Pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat membantu orang tua dan tenaga kesehatan memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menentukan langkah tindak lanjut bagi masing-masing anak.

“Semoga pemeriksaan hari ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang tua dan tenaga kesehatan dalam menentukan tindak lanjut yang diperlukan bagi masing-masing anak,” katanya.

Selain pemeriksaan kesehatan, BI Maluku juga menggelar donor darah. Rakhmat menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sederhana yang memiliki nilai kemanusiaan besar.

Darah yang disumbangkan, kata dia, dapat membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi. Karena itu, Rakhmat menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti donor darah.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut menunjukkan bahwa PQN dapat menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat secara nyata di tengah masyarakat.

Di satu sisi, masyarakat terus didorong mengenal dan menggunakan QRIS sebagai bagian dari transformasi sistem pembayaran digital. Di sisi lain, BI juga berupaya membangun ekosistem yang inklusif sekaligus memberikan dampak sosial.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada TPPS Kota Ambon, BMI, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ungkapnya.

Rakhmat berharap semangat berbagi, peduli, dan berkolaborasi dapat terus dipelihara sehingga seluruh rangkaian PQN Maluku 2026 memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Ambon.

Lisa Wattimena: Masih Ada 271 Anak Stunting

Sementara itu, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon Lisa Wattimena mengapresiasi kepedulian dan dukungan BI Maluku terhadap anak-anak stunting di Kota Ambon.

“Atas kepedulian dan bantuan yang luar biasa bagi anak stunting di Kota Ambon melalui program kepedulian sosial hari ini, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih,” kata Lisa.

Lisa mengatakan angka stunting di Kota Ambon menunjukkan tren penurunan dari waktu ke waktu. Meski demikian, upaya pencegahan dan penanganan tetap harus dilakukan secara konsisten karena masih terdapat ratusan anak yang membutuhkan perhatian.

“Data stunting di Kota Ambon dari bulan ke bulan mengalami penurunan walaupun belum signifikan. Kami sekarang ada dalam jumlah stunting 271 anak,” ujarnya.

Lisa menegaskan angka tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial hingga keluarga harus terus bergerak bersama memastikan anak mendapatkan asupan gizi dan pemantauan kesehatan yang baik.

“Masalah stunting tidak hanya soal tinggi badan, melainkan persoalan serius menyangkut masa depan anak. Jika tidak dicegah dan ditangani secara dini, akan berdampak langsung pada perkembangan otak, kecerdasan serta kekebalan tubuh anak di masa depan,” jelasnya.

Dia menilai pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini.

“Dengan pemeriksaan yang rutin, kita dapat melakukan pemantauan dan memberikan intervensi yang tepat sesuai kebutuhan anak,” katanya.

Lisa berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan dan bantuan nutrisi seperti yang dilakukan BI dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas.

Dia bahkan berharap jumlah penerima dapat meningkat dari 50 anak menjadi 100 hingga 200 anak. Namun, Lisa juga optimistis angka stunting di Kota Ambon akan terus menurun sehingga kebutuhan intervensi semakin kecil.

“Mudah-mudahan tahun depan kita punya stunting sudah turun, jadi tidak perlu terlalu banyak target yang kita intervensi,” harapnya.

Orang Tua Diminta Aktif Pantau Tumbuh Kembang Anak

Lisa menambahkan, kolaborasi BI dengan Pemkot Ambon melalui TPPS dan Gerakan PKK Kota Ambon merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan serta masa depan generasi penerus.

Dia juga mengingatkan orang tua agar tidak hanya mengandalkan bantuan yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Bantuan nutrisi harus benar-benar diberikan kepada anak untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

“Saya berpesan untuk terus memperhatikan kebersihan dan kesehatan anak dan lingkungannya. Jangan lupa untuk selalu membawa anak ke Posyandu dan melakukan pemeriksaan rutin,” tutur Lisa.

Orang tua juga diminta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan persoalan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Lisa berharap kolaborasi berbagai pihak dapat memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Kota Ambon.

“Melalui kegiatan hari ini diharapkan dapat berdampak bagi penurunan stunting di Kota Ambon, dengan tetap secara bersama kita memantau tumbuh kembang anak, meningkatkan gizi anak dan menurunkan angka stunting di Kota Ambon demi terciptanya generasi Ambon yang sehat dan cerdas,” pungkasnya. (JB-01)

Pos terkait