Ambon. Jejakberita, Com- Kapal Perang Republik Indonesia KRI Panah-626 kembali melanjutkan misi Operasi Garda Batara-26 Periode I usai bersandar di Dermaga Kesatrian Tawiri, Komando Daerah TNI Angkatan Laut IX (Kodaeral IX), Kota Ambon, Maluku, Sabtu (28/2/2026). Keberangkatan kapal perang tersebut menegaskan peran strategis Ambon sebagai salah satu titik sentral pergerakan unsur TNI AL di kawasan timur Indonesia.
KRI Panah-626 yang dikomandani Letkol Laut (P) Yudha Himawan itu bertolak dalam rangka pelaksanaan Operasi Garda Batara-26 di bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada III. Misi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TNI AL dalam menjaga stabilitas dan keamanan perairan nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia yang memiliki nilai strategis tinggi.
Keberangkatan kapal perang dari Dermaga Kesatrian Tawiri kembali memperkuat posisi Komando Daerah Angkatan Laut IX sebagai pangkalan pendukung utama operasi laut di kawasan Maluku dan sekitarnya. Aktivitas tersebut sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan unsur KRI dalam merespons dinamika keamanan maritim.
Upacara pelepasan atau merflug digelar secara sederhana namun khidmat. Sejumlah pejabat Kodaeral IX hadir dalam prosesi tersebut, antara lain Aspers Dankodaeral IX, Danpomal Kodaeral IX, Kadissyahal Kodaeral IX, Kasubbag Kesla Rumkit, serta Paur Silmil Akun.
Kehadiran jajaran pejabat ini menjadi simbol dukungan penuh terhadap setiap unsur KRI yang menjalankan tugas operasi. Pengawasan langsung terhadap kesiapan personel maupun alutsista juga menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan misi berjalan optimal.
Operasi Garda Batara-26 sendiri difokuskan pada penguatan pengamanan wilayah perairan, pengawasan aktivitas maritim, serta penegakan kedaulatan di laut.
Dengan kembali bertolaknya KRI Panah-626, TNI AL menegaskan komitmennya dalam menjaga marwah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perairan timur. (JB-01)






