Kodam XV/Pattimura Bantah Isu Keterlibatan TNI di Tambang Ilegal Gunung Botak, Tegaskan Dukung Polisi Tertibkan PETI

Jejakberita. Com, Ambon – Kodam XV/Pattimura menepis keras isu yang menuding adanya keterlibatan pimpinan TNI dalam aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak.

TNI memastikan seluruh jajaran tegak lurus mendukung langkah kepolisian dalam menertibkan penambangan tanpa izin (PETI) di wilayah tersebut.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XV/Pattimura, Kolonel Inf Heri Krisdianto, menegaskan tudingan yang menyebut Pangdam terlibat dalam praktik ilegal merupakan informasi tidak benar dan tidak berdasar.

“Tuduhan yang menyebutkan unsur pimpinan Kodam terlibat, apalagi bertindak atas perintah tertentu untuk memuluskan praktik ilegal merupakan informasi yang sama sekali tidak benar. Ini adalah bentuk fitnah yang nyata,” kata Heri di Ambon, Kamis (12/2/2025).

Menurutnya, narasi yang dibangun sejumlah pihak tersebut merupakan upaya untuk merusak citra institusi TNI di tengah komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di Maluku.

Heri menjelaskan, keberadaan personel Kodam XV/Pattimura di kawasan Gunung Botak justru dalam rangka menjalankan tugas perbantuan kepada kepolisian serta menjaga situasi tetap kondusif. Hal itu, kata dia, juga selaras dengan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Maluku.

Ia menyebut dukungan tersebut merujuk pada Surat Gubernur Maluku Nomor 500.10.2.3/1052 tertanggal 19 Juni 2025, yang meminta dukungan pengamanan dalam penertiban aktivitas PETI.

Sebagai bentuk komitmen di lapangan, aparat keamanan telah melakukan langkah preventif dengan menertibkan lima unit alat berat pada 27 Januari lalu. Rinciannya, empat unit ekskavator dan satu unit buldoser yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal di kawasan tersebut.

“Kehadiran personel di lapangan murni untuk memastikan langkah penertiban berjalan kondusif sesuai regulasi. Kami memberi dukungan penuh kepada kepolisian untuk menindak tegas setiap aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan melanggar hukum,” ujarnya.

Kodam XV/Pattimura juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai tidak melalui proses verifikasi yang memadai. Heri mengingatkan bahwa penyebaran informasi bohong atau hoaks yang menyerang nama baik institusi dapat berimplikasi hukum.

Ia pun mengimbau masyarakat dan awak media agar lebih bijak dalam menyaring informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terkonfirmasi.

“Kodam XV/Pattimura tetap berkomitmen menjaga integritas dan fokus pada tugas pokok melindungi wilayah Maluku. Sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya. (JB-01)

Pos terkait