Jb. Com, Ambon – Situasi keamanan di Maluku menunjukkan tren positif yang signifikan. Memasuki bulan April yang sebelumnya kerap diwarnai kekhawatiran, tahun ini masyarakat justru merasakan suasana yang lebih tenang, kondusif, dan penuh semangat persatuan, seiring meredupnya pengaruh narasi kelompok Republik Maluku Selatan (RMS).
Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI. Dodi Triwinarto, menegaskan bahwa Maluku kini telah memasuki fase baru yang lebih damai dan produktif. Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga persaudaraan jauh lebih kuat dibandingkan upaya provokasi yang berpotensi memecah belah.
“Kalau kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sekarang masyarakat jauh lebih tenang. Ini menunjukkan kedewasaan masyarakat Maluku dalam menyikapi isu-isu yang berkembang,” ujar Pangdam dalam keterangannya, Senin (27/4).
Ia menjelaskan, gerakan seperti RMS tidak lagi memiliki tempat di hati masyarakat karena dinilai tidak memberikan manfaat nyata. Sebaliknya, narasi tersebut justru berisiko mengganggu stabilitas yang selama ini telah dibangun dengan susah payah pascakonflik.
Menurutnya, masyarakat kini lebih fokus pada pembangunan ekonomi, pendidikan, serta masa depan generasi muda. Hal ini menjadi indikator bahwa orientasi publik telah bergeser dari konflik menuju kemajuan.
Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa kehadiran TNI bersama Polri di wilayah Maluku bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat, bukan untuk menimbulkan ketakutan. Aparat keamanan, kata dia, berkomitmen menjaga stabilitas agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.
Ia juga mengapresiasi sikap masyarakat yang secara aktif menolak berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memicu konflik.
“Saya melihat semangat persatuan warga Maluku tahun ini luar biasa. Masyarakat sudah semakin cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang memecah belah. Maluku adalah bagian penting dari Indonesia, dan kedamaian adalah kunci utama untuk membangun masa depan,” tegasnya.
Nilai-nilai kearifan lokal seperti Pela Gandong, lanjut Pangdam, menjadi fondasi kuat dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
Dengan kondisi keamanan yang semakin kondusif, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi mempercepat pembangunan daerah, sekaligus memastikan bahwa masa lalu kelam tidak kembali terulang.
(JB-01)






