Ambon – Prajurit TNI Angkatan Laut di bawah Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX terus mengasah naluri tempur dan kesiapsiagaan operasional melalui Program Minggu Militer. Memasuki hari ketiga, latihan difokuskan pada pendalaman keterampilan dasar militer guna memastikan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai skenario kedaruratan.
Kegiatan yang berlangsung di Markas Komando (Mako) Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Rabu (28/1/2026), diikuti oleh seluruh personel militer dan PNS TNI. Latihan hari ketiga menitikberatkan pada materi Keterampilan Dasar Militer Laut (KDML) dan Keterampilan Dasar Militer (KDM).
Rangkaian latihan diawali dengan pemuatan senjata, dilanjutkan apel pagi serta pemeriksaan kelengkapan personel. Usai apel, seluruh peserta melaksanakan senam senjata yang dipadukan dengan latihan patroli jalur perimeter pangkalan.
Dalam latihan tersebut, personel juga dikenalkan dengan titik-titik penguatan jalur evakuasi, dukungan kesehatan (dukkes), serta prosedur distribusi amunisi sebagai bagian dari kesiapsiagaan pangkalan.
Sementara itu, Satuan Patroli (Satrol) melaksanakan latihan khusus meliputi merplug, lepas tali buangan, lepas tali tambat, hingga patroli di sepanjang garis pantai untuk meningkatkan kemampuan pengamanan wilayah laut.
Materi latihan kemudian dilanjutkan dengan taktik perorangan dasar, rayonisasi personel, serta simulasi pergerakan menuju titik evakuasi. Latihan ini bertujuan memastikan kesiapan individu maupun aset pangkalan dalam menghadapi kondisi darurat.
Pada sesi berikutnya, prajurit menjalani latihan Penanggulangan Huru-Hara (PHH), peran kebakaran, serta pengenalan kode dan alarm darurat sebagai bagian dari sistem pengamanan terpadu.
Sebagai penutup, dilaksanakan apel rayonisasi dan simulasi evakuasi terpadu. Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan secara terukur, bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan guna membentuk prajurit yang profesional dan tangguh dalam mendukung tugas TNI AL serta menjaga kedaulatan wilayah NKRI. (JB-01)






