Jejakberita. Com, Ambon – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., membuka secara resmi Sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Kegiatan ini digelar di Gedung Manggala Loka, Markas Komando Kodaeral IX, Kota Ambon, Maluku, Rabu (14/1/2026).
Program RPL dinilai menjadi peluang strategis bagi prajurit TNI AL untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan tinggi melalui pengakuan atas pengalaman kerja dan pembelajaran yang telah dimiliki selama berdinas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Irkodaeral IX, para Asisten Dankodaeral IX, para Kepala Satuan Kerja jajaran Kodaeral IX, serta perwakilan perwira, bintara, dan tamtama.
Dalam sambutannya, Dankodaeral IX menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Tim Sosialisasi RPL UMI Makassar, Prof. Dr. La Ode Husein, S.H., M.H., beserta tim yang telah memberikan pemahaman terkait program RPL sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) prajurit.
“Pendidikan tinggi diselenggarakan sebagai satu kesatuan sistemik yang bersifat terbuka dan memiliki banyak makna. Prinsip ini membuka kesempatan yang lebih luas bagi setiap individu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Laksda TNI Hanarko.
Ia menjelaskan, pemerintah telah mengatur pelaksanaan RPL melalui Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 26 Tahun 2016, yang mengakui capaian pembelajaran seseorang dari jalur pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja.
Menurutnya, tujuan utama RPL adalah memberikan pengakuan resmi atas kompetensi yang telah dimiliki seseorang, sehingga dapat mempercepat akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualifikasi akademik, mempercepat masa studi, serta menghemat waktu dan biaya pendidikan.
“Saya yakin melalui sosialisasi ini akan menambah wawasan para perwira dan bintara Kodaeral IX terkait jenjang perkuliahan, sehingga dapat menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas kedinasan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Sosialisasi RPL UMI Makassar, Prof. Dr. La Ode Husein, mengatakan bahwa RPL merupakan bagian dari upaya mendukung program pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) guna meningkatkan jumlah tenaga kerja terdidik di Indonesia.
“RPL memberikan kesempatan luas bagi individu yang memiliki pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa batasan usia,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengalaman dan kompetensi kerja calon mahasiswa akan dinilai dan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Selanjutnya, sisa SKS yang belum terpenuhi dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu hingga dua tahun masa studi. (JB-01)






