Angkutan Nataru 2025/2026 di Maluku Berjalan Kondusif, Ini Hasil Evaluasi BPTD

Jejakberita. Com, Ambon – Pelaksanaan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Provinsi Maluku berjalan aman, terkendali, dan tanpa kejadian menonjol.

Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku memastikan tidak ada kecelakaan maupun keluhan penumpang selama masa angkutan Nataru berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPTD Kelas II Maluku, Drs. H. Hasan Bisri, usai melakukan evaluasi angkutan Natal dan Tahun Baru 2025–2026, dalam wawancara yang berlangsung di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).

“Secara umum dapat kami nyatakan kegiatan angkutan Natal di Provinsi Maluku berjalan dengan aman, terkendali, dan tidak ada kejadian menonjol. Tidak ada kecelakaan dan tidak ada komplain dari penumpang. Semua berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Hasan Bisri.

Ia menambahkan, hasil evaluasi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan yang secara resmi menutup kegiatan posko angkutan Nataru pada 5 Januari 2026. Dalam penutupan tersebut, Menteri Perhubungan juga menyampaikan bahwa pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru secara nasional berjalan dengan baik.

Meski demikian, Hasan Bisri menyebut perhatian ke depan kini mulai diarahkan pada persiapan angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan Maret. Menurutnya, fluktuasi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran berpotensi lebih tinggi dibandingkan Nataru, meski juga bisa lebih rendah tergantung pola perjalanan masyarakat.

“Bisa saja nanti angkutan Lebaran lebih rendah karena masyarakat sudah mudik di akhir 2025. Tapi bisa juga berlebih, karena momen silaturahmi itu berbeda. Semua kembali pada kondisi dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Untuk wilayah Maluku, khususnya di pelabuhan penyeberangan Hunimua, Waipirit, dan Namlea, Hasan Bisri memastikan aktivitas selama Nataru berjalan lancar. Meski terjadi peningkatan pergerakan penumpang, namun lonjakannya tidak signifikan.

“Libur Nataru cukup panjang, sehingga masyarakat melakukan perjalanan jauh-jauh hari. Ini membuat kepadatan bisa terurai dengan baik,” katanya.

Kondisi tersebut diharapkan juga dapat terulang pada angkutan Lebaran. Namun, Hasan Bisri menilai potensi pergerakan bisa lebih rendah karena jarak libur Lebaran yang berdekatan dengan berakhirnya libur sekolah, sehingga waktu libur relatif singkat.

“Kalau liburnya pendek, biasanya masyarakat enggan melakukan perjalanan jauh,” tambahnya.

Menutup evaluasi Nataru, Hasan Bisri juga menyampaikan pesan penting pasca-penutupan posko angkutan Natal dan Tahun Baru. Ia menegaskan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana transportasi pada setiap momentum angkutan besar.

“Kami berharap setiap pelaksanaan angkutan, baik Nataru maupun Lebaran, dipersiapkan dengan baik. Kendaraan harus diramp check, terminal diperbaiki, pelabuhan penyeberangan dan kapal juga harus dicek untuk memastikan keselamatan dan keamanan penumpang,” tegasnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang dan tidak melakukan perjalanan secara mendadak.

“Perjalanan yang direncanakan dengan baik akan membuat perjalanan lebih aman, nyaman, dan sampai tujuan dengan selamat,” pungkas Hasan Bisri.

(JB-01)

Pos terkait