Jb. Com, Ambon – Kopi Tuni, kopi khas asal Maluku, untuk pertama kalinya tampil di ajang Kopi Nusantara Festival (KONFEST) 2025 yang berlangsung di Lippo Mall Kemang, Jakarta, 13–17 Agustus 2025. Event ini menjadi panggung perdana bagi kopi Tuni untuk bersanding dengan barista dan roaster nasional.
Ketua Yayasan Kopi Maluku sekaligus Ketua Umum Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Tuni Huamual, Deltawan Viqjelen Kusaly, mengatakan pihaknya mengirim dua delegasi, yakni Novi Mahakena sebagai barista dan roaster, serta Viany Huwae yang menangani IT branding dan pemasaran.
“Novi Mahakena langsung jadi penanggung jawab. Dia paham bagaimana menjaga kualitas kopi Tuni tetap stabil dan aman,” ujar Deltawan dalam keterangan resminya, yang diterima media ini, pada Selasa (12/8/2025).
Kopi Tuni yang dibawa ke festival berasal dari tiga kabupaten: Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), dan Buru. Produk dari SBB sudah mengantongi SKMPIG sebagai legal standing.
“Masing-masing biji kopi punya karakteristik rasa berbeda. Pergerakan petani juga signifikan, makin banyak yang bergabung lewat mentoring Yayasan Kopi Maluku maupun kerja sama dengan pemerintah daerah,” jelas Deltawan.
Festival ini disebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kopi Tuni secara luas, sekaligus mendorong sistem produksi dari hulu ke hilir agar berkelanjutan.
“Tujuan utama bukan sekadar memasarkan kopi, tapi juga mengangkat nama daerah, petani, dan kelompok tani agar kualitas tetap terjaga,” ujarnya.
Di KONFEST 2025, pengunjung dapat menikmati langsung seduhan manual brew kopi Tuni, sekaligus mencicipi cita rasa otentik dari tiap wilayah penghasilnya di Maluku. Selain pameran, festival juga menggelar kompetisi seperti Manual Brew Competition dan Latte Art Championship.
“Kami akan evaluasi tanggung jawab kegiatan ini, baik soal cita rasa, kekurangan, maupun masukan dari publik. Laporan perkembangan kopi Maluku pasti kami sampaikan lewat website resmi,” pungkas Deltawan. (JB-01)






