Jejakberita.Com, Ambon – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkembang di Pulau Ambon dan Maluku Tengah dengan dukungan tiga Satuan Pelaksana Pemberian Gizi (SPBG) yang beroperasi di Batalyon 733/Masariku (Baguala), Wayame (Teluk Ambon), dan Negeri Hitu Mesing (Leihitu).
BPKP Maluku, melalui Kepala Bagian Umum Rohmad Adi Siaman, serta Muhammad Muhsin dan Muhammad Arif Sagita Sakita, kepada media ini, pada Jum’at (14/02/2025), menegaskan komitmennya dalam mengawal program ini agar berjalan efektif dan efisien. BPKP akan memberikan masukan kepada pemerintah pusat, terutama Badan Gizi Nasional, untuk memastikan semua sekolah di Kota Ambon dapat menikmati manfaat MBG.
Menurutnya, ada beberapa tantangan yang dihadapi, seperti belum adanya satuan kerja (satker) daerah untuk menangani program ini secara langsung, sehingga masih bergantung pada bantuan tentara dan pemerintah daerah. Selain itu, mekanisme pencairan dana dari pusat belum lancar, yang dikhawatirkan dapat menghambat kelangsungan program dan membuat para juru masak yang saat ini bekerja secara sukarela mundur.
“Sampai hari ini mekanisme pergantian biaya yang dikeluarkan untuk program MBG ini belum lancar di salurkan dari pusat, dikuatirkan kalau pembayaran nya tidak lancar kuatirkan program ini bisa berhenti, termasuk semua karyawan yang bekerja sebagai juru masak bisa mundur, saat ini mereka hanya bekerja sebagai sukarelawan,” ungkapnya.
BPKP juga menyoroti bahwa SOP penyediaan makanan bergizi gratis belum dijalankan secara maksimal, terutama dalam sosialisasi kepada pegawai dan sukarelawan. Jika kendala ini tidak segera diatasi, keberlanjutan program MBG bisa terancam. (JB-01)
