AMBON. Jejakberita, Com – Di tengah melimpahnya potensi kelapa, sagu, pisang, dan keladi di Maluku, masih banyak komoditas lokal yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) turun langsung ke masyarakat dengan membekali kaum perempuan keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi menjadi sumber pendapatan keluarga.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Perempuan Melalui Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Komoditas Lokal di Jemaat GPM Liang” digelar pada Senin (29/6/2026) di Jemaat GPM Liang, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari kaum perempuan jemaat yang mengikuti seluruh rangkaian penyuluhan dan praktik pengolahan pangan.
Ketua Tim PkM, Sophia G. Sipahelut, S.P., M.Sc, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Pattimura dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Menurutnya, Maluku memiliki kekayaan sumber daya pangan yang sangat besar. Namun, tanpa inovasi pengolahan, nilai ekonominya belum mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi pengetahuan dan keterampilan agar komoditas lokal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus membuka peluang lahirnya usaha-usaha baru yang dikelola oleh perempuan,” ujar Sophia.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen menghadirkan berbagai materi sesuai bidang keahlian masing-masing. Sophia G. Sipahelut memaparkan teknologi pengolahan kelapa, sementara Dr. Ir. Meity Mailoa, M.Si memberikan penyuluhan mengenai pengembangan produk berbasis pisang dan sagu. Adapun Dr. Cynthia G. C. Lopulalan, S.P., M.Si membahas inovasi teknologi pengolahan keladi menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Tidak hanya menerima materi di ruang pelatihan, peserta juga mengikuti sesi praktik pembuatan aneka produk olahan berbasis kelapa, sagu, pisang, dan keladi. Seluruh peserta terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi sehingga mampu memahami proses pengolahan yang dapat diterapkan di rumah maupun dikembangkan menjadi usaha skala kecil.
Ketua Majelis Jemaat GPM Liang, Pdt. Izack Huwae, S.Si, mengapresiasi inisiatif Universitas Pattimura yang dinilai menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pelatihan tersebut sangat sesuai dengan kondisi masyarakat yang memiliki akses terhadap berbagai komoditas lokal namun masih membutuhkan peningkatan keterampilan dalam mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Tim Pengabdian Universitas Pattimura. Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan kami. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat melahirkan usaha-usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat kemandirian ekonomi jemaat,” katanya.
Melalui program ini, Universitas Pattimura kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Sinergi antara kampus dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pemanfaatan komoditas lokal sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Maluku.
(JB-01)






