FISIP Unpatti Bedah Buku “Nusantara”, Bahas Identitas Indonesia sebagai Bangsa Maritim

Ambon. Jejakberita, Com – Identitas Indonesia sebagai bangsa maritim kembali menjadi sorotan dalam kegiatan bedah buku yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura (Unpatti).

Buku berjudul Nusantara: Negeri Laut Bertabur Pulau-Pulau karya Prof. Dr. Aholiab Watloly, S.PAK., M.Hum., dibahas dari perspektif akademik untuk memperkuat pemahaman tentang Nusantara sebagai peradaban kepulauan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 FISIP Unpatti, Kamis (27/8/2026). Bedah buku ini menghadirkan ruang diskusi mengenai hubungan laut, pulau, manusia, budaya, alam, serta kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari identitas Indonesia.

Ketua Laboratorium Sosiologi FISIP Unpatti, Dr. Rais R. Haulussy, S.Sos., MA., mengatakan buku tersebut lahir dari proses pemikiran yang panjang dengan dukungan data dan fakta mengenai karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dan maritim.

Menurutnya, karya tersebut memiliki relevansi akademik dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap identitas kemaritiman Indonesia.

“Ini merupakan karya yang lahir dari proses pemikiran yang panjang dan didukung oleh data serta fakta mengenai Indonesia sebagai negara kepulauan dan negara maritim,” ujar Rais dalam sambutannya.

Ia juga menilai buku tersebut tidak hanya memiliki kekuatan dari sisi substansi ilmiah, tetapi turut diperkaya dengan unsur sastra. Hal itu dinilai mampu membuka perspektif pembaca dalam melihat Nusantara sebagai ruang kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dari hubungan antara laut dan pulau-pulau.

Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Pattimura, Dr. Wahab Tuanaya, S.Sos., M.Si., mengapresiasi produktivitas Prof. Aholiab Watloly dalam menghasilkan berbagai karya buku.

Menurut Wahab, produktivitas akademisi dalam menghasilkan buku merupakan bagian penting dari upaya mengembangkan sekaligus menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat.

Ia juga menilai tradisi bedah buku perlu terus dikembangkan di lingkungan FISIP Unpatti. Forum tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, menguji pemikiran, serta membangun budaya akademik yang lebih kuat.

“Kita perlu membangun tradisi bedah buku di FISIP. Ada banyak dosen yang sudah menghasilkan karya dan karya-karya tersebut harus diberikan ruang untuk didiskusikan secara ilmiah,” kata Wahab.

FISIP Unpatti selanjutnya berkomitmen menjadikan kegiatan bedah buku karya dosen dan akademisi sebagai bagian dari agenda fakultas yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong dosen dan akademisi untuk terus menghasilkan karya sekaligus membuka ruang dialog antara penulis, akademisi dan mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Aholiab Watloly selaku penulis memaparkan gagasan utama dalam buku Nusantara: Negeri Laut Bertabur Pulau-Pulau. Buku ini melihat laut bukan sekadar wilayah geografis, tetapi sebagai ruang hidup dan penghubung antarmasyarakat di Nusantara.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi bedah buku yang menghadirkan Prof. Dr. Tony D. Pariela, M.A., dan Ignacius Samson Sudirman Refo, S.S., M.A., sebagai pembahas.

Kegiatan tersebut diikuti pimpinan fakultas, anggota Senat FISIP Unpatti, guru besar, dosen, serta mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura.

Melalui kegiatan ini, FISIP Unpatti mendorong agar karya akademik tidak berhenti sebagai publikasi, tetapi menjadi bahan dialog dan pertukaran gagasan untuk memperkaya perspektif mengenai Indonesia, khususnya dalam melihat Nusantara sebagai bangsa kepulauan dengan identitas maritim yang kuat. (JB-01)

Pos terkait