Rektor Unpatti Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas, 5.846 Mahasiswa Baru Ditargetkan Lulus 2030

AMBON. Jejakberita, Com — Sebanyak 5.846 mahasiswa baru Universitas Pattimura (Unpatti) resmi diterima untuk Tahun Akademik 2026/2027.

Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan mahasiswa baru tersebut harus mendapatkan pendidikan berkualitas sekaligus ditargetkan mampu menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun.

Hal itu disampaikan Leiwakabessy dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Auditorium Universitas Pattimura, Rabu (26/8/2026).

Menurut Rektor, penerimaan ribuan mahasiswa baru tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum penting bagi Unpatti dan mahasiswa untuk memulai perjalanan akademik di perguruan tinggi.

Sebanyak 5.846 mahasiswa yang diterima merupakan bagian dari ribuan peminat yang bersaing untuk mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Unpatti. Karena itu, Leiwakabessy meminta mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

“Ini adalah hak Anda untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Karena itu, tuntutlah hak Anda pada ruang-ruang belajar yang inklusif, ruang-ruang belajar yang kolaboratif, kreatif, dan menyenangkan,” tegas Leiwakabessy.

Ia mengatakan Unpatti memiliki tanggung jawab menyediakan lingkungan pendidikan yang inklusif, kolaboratif, kreatif, inovatif, aman dan menyenangkan bagi seluruh mahasiswa.
Kesempatan belajar yang setara, kata dia, harus diberikan tanpa diskriminasi.

Universitas juga harus memastikan keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan kesejahteraan sivitas akademika sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung keberhasilan mahasiswa.

Mahasiswa Dituntut Adaptif di Era Digital

Leiwakabessy juga mendorong agar proses pembelajaran di Unpatti terus dikembangkan secara fleksibel melalui pendekatan kreatif dan inovatif.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai materi perkuliahan. Mereka juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, beradaptasi, serta mampu merespons perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

Mahasiswa baru juga diminta mengembangkan berbagai talenta yang dimiliki. Prestasi akademik dinilai penting, namun kemampuan kepemimpinan dan kontribusi kepada masyarakat juga harus menjadi bagian dari proses pendidikan.

“Kami sangat menaruh harapan bagi Anda sekalian untuk membesarkan Unpatti sebagai almamater Anda,” ujar dia.

Ia menambahkan mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran dan pembinaan dari dosen dengan berbagai latar belakang akademik, mulai dari magister, doktor hingga profesor.

Proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui laboratorium dan berbagai lingkungan akademik lainnya. Mahasiswa didorong mengembangkan gagasan, kreativitas dan menghasilkan karya yang berkualitas.

Rektor Targetkan 5.846 Mahasiswa Lulus Empat Tahun

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unpatti secara khusus menegaskan kepada seluruh pimpinan fakultas agar memberikan dukungan maksimal kepada mahasiswa baru sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target waktu.

“Karena itu saya menegaskan kepada seluruh pimpinan fakultas bahwa anak-anak ini harus selesai empat tahun ke depan,” kata Leiwakabessy.

Dengan target tersebut, mahasiswa baru yang diterima pada Tahun Akademik 2026/2027 diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan pada 2030.

Target itu, menurut Rektor, merupakan bagian dari komitmen Unpatti untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal sekaligus meningkatkan kualitas lulusan.

“Semoga karya-karya besar akan bertumbuh melalui talenta-talenta unggul yang kita siapkan untuk menjadi pemimpin bangsa,” harapnya.

Ketua Senat: Penerimaan Mahasiswa Jadi Ritus Peralihan

Ketua Senat Universitas Pattimura Prof. Dr. Tony D. Pariela, M.A., mengatakan penerimaan mahasiswa baru tahun ini memiliki makna khusus. Untuk pertama kalinya, prosesi tersebut dilaksanakan dalam format Rapat Senat Terbuka Luar Biasa.

Pariela memaknai prosesi tersebut sebagai rite of passage atau ritus peralihan, yakni tahapan yang menandai perubahan status seseorang menuju kedewasaan akademik.

Menurutnya, memasuki perguruan tinggi berarti mahasiswa akan menghadapi lingkungan akademik yang menuntut tanggung jawab lebih besar.

Karena itu, momentum penerimaan mahasiswa baru tidak boleh hanya menjadi seremoni. Prosesi tersebut harus meninggalkan kesan kuat sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan.

Pariela mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang pendidikan tinggi hanya sebatas hadir di ruang kelas atau memenuhi administrasi perkuliahan.

“Perguruan tinggi harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab,” pesannya.

Ia berharap seluruh mahasiswa baru menjalani proses pendidikan dengan penuh tanggung jawab, menjaga etika akademik, serta memanfaatkan seluruh kesempatan pembelajaran yang tersedia.

Mahasiswa juga diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan nantinya kembali ke tengah masyarakat sebagai lulusan yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Mahasiswa Baru Diserahkan ke Fakultas

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi penandatanganan dan penyerahan mahasiswa baru oleh pimpinan Universitas Pattimura kepada para dekan masing-masing fakultas.

Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik 5.846 mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Pattimura. (JB-01)

Pos terkait