Sivitas Akademika Unpatti Galang Rp309,6 Juta untuk Pembangunan Gereja Kampus, Target Rampung Desember 2026

Ambon. Jejakberita, Com – Semangat gotong royong dan kepedulian kembali ditunjukkan sivitas akademika Universitas Pattimura (Unpatti). Melalui kegiatan Sehari Berkorban, keluarga besar Unpatti berhasil menghimpun dana sebesar Rp309.612.000 serta bantuan material berupa 60 dus tegel dan 50 sak semen untuk mempercepat pembangunan Gereja Kampus yang ditargetkan mulai difungsikan pada Desember 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Korintus 9:7) itu menjadi wujud nyata kebersamaan seluruh sivitas akademika dalam mendukung pembangunan rumah ibadah di lingkungan kampus.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Kampus Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Pattimura beserta seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan para mitra yang telah memberikan dukungan bagi percepatan pembangunan gereja.

Menurutnya, Gereja Kampus bukan hanya menjadi fasilitas peribadatan, tetapi juga simbol kebersamaan seluruh keluarga besar Universitas Pattimura.

“Pembangunan Gereja Kampus merupakan tanggung jawab dan harapan kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, dan semua pihak untuk terus saling menopang, saling menguatkan, dan memberikan dukungan sesuai dengan kerelaan hati agar pembangunan Gereja Kampus ini dapat segera diselesaikan dan digunakan sebagai tempat ibadah serta pembinaan iman bagi seluruh warga Universitas Pattimura,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun nilainya, memiliki arti penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan. Semangat memberi dengan sukacita, lanjutnya, menjadi fondasi utama dalam membangun solidaritas dan budaya gotong royong di lingkungan kampus.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Aida juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan Sehari Berkorban periode Oktober yang berhasil menghimpun dana lebih dari Rp59 juta. Selain bantuan dana, panitia juga menerima berbagai material bangunan dari para dekan dan mitra Universitas Pattimura. Seluruh laporan penerimaan dan penggunaan dana disampaikan secara terbuka kepada para dekan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pembangunan Gereja Kampus.

Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., berharap pembangunan Gereja Kampus dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga sudah dapat dimanfaatkan pada Desember tahun ini.

Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus mempertahankan semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan gereja. Menurutnya, kontribusi dalam bentuk dana, material, tenaga, maupun doa merupakan wujud kepedulian bersama untuk menghadirkan rumah ibadah yang akan menjadi pusat pelayanan dan pembinaan kerohanian di Universitas Pattimura.

Rangkaian kegiatan Sehari Berkorban turut diisi dengan ibadah bersama yang dihadiri pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Ibadah dipimpin Pdt. Elza Kitu Homa/Persulessy, S.Si. yang mengajak seluruh peserta memaknai memberi sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.

Usai ibadah, suasana kebersamaan semakin terasa melalui penjualan kue, pengumpulan amplop persembahan, serta lelang lagu yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pattimura berharap semangat memberi dengan sukacita terus tumbuh sebagai budaya di lingkungan kampus. Nilai kepedulian, pengorbanan, dan kebersamaan yang dibangun diharapkan menjadi kekuatan dalam mewujudkan Gereja Kampus sebagai rumah bersama yang menghadirkan pelayanan, kasih, serta penguatan iman bagi generasi mendatang. (JB-01)

Pos terkait