AMBON. Jejakberita, Com – Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan di Maluku. Melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Unpatti dipercaya mendampingi pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan agar berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan akuntabel.
Komitmen tersebut ditegaskan Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., saat memberikan sambutan pada penandatanganan kerja sama pelaksanaan Program Pendampingan Revitalisasi Satuan Pendidikan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor Universitas Pattimura, Selasa (4/8/2026).
Rektor mengatakan revitalisasi pendidikan merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas proses belajar mengajar, tetapi juga harus didukung sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
“Universitas Pattimura selama dua tahun terakhir telah berpartisipasi aktif dalam memberikan pendampingan, pengawasan, dan monitoring terhadap pelaksanaan program revitalisasi agar berjalan sesuai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Fredy.
Ia menjelaskan, Unpatti telah membentuk tim pendamping yang terdiri dari tenaga ahli di bidang perencanaan, pembangunan, hingga pengawasan infrastruktur pendidikan. Tim tersebut akan memberikan pendampingan kepada sekolah-sekolah sesuai mandat yang diberikan Kemendikdasmen.
Menurut Fredy, kerja sama yang dibangun setiap tahun melalui nota kesepahaman (MoU) beserta dokumen pendukung lainnya diharapkan mampu memastikan seluruh program revitalisasi terlaksana secara efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Maluku.
Pada kesempatan itu, Fredy juga memperkenalkan perkembangan Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura yang kini menyelenggarakan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA. Bahkan, universitas tengah mempersiapkan pembukaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bagian dari pengembangan layanan pendidikan terpadu.
Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu lima tahun sejak berdiri, SMP dan SMA Laboratorium Universitas Pattimura berhasil meraih Akreditasi A. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah laboratorium.
Mengakhiri sambutannya, Fredy berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga program revitalisasi pendidikan mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Provinsi Maluku.
Sementara itu, Penata Layanan Operasional di lingkungan Kemendikdasmen, Fuad Yusril Wahhab, menegaskan bahwa keberhasilan revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kualitas pengawasan selama pelaksanaan pekerjaan.
Menurutnya, tantangan pembangunan di daerah dengan kondisi geografis yang kompleks seperti Maluku membutuhkan keterlibatan aktif perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah dalam melakukan pendampingan dan pengawasan di lapangan.
Fuad berharap tim pendamping Universitas Pattimura mampu melakukan identifikasi dini terhadap sekolah-sekolah yang berpotensi mengalami keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, sekaligus memberikan rekomendasi dan solusi sesuai kondisi di lapangan.
“Dengan pendampingan yang baik, pelaksanaan revitalisasi diharapkan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar kualitas, dan memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura Dr. Ruslan H.S. Tawari, M.Si., Widyaprada dari BPMP, jajaran Direktorat SMA Kemendikdasmen, serta Tim Pendamping Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMA. (JB-01)






