AMBON. Jejakberita, Com – Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) memperkuat kolaborasi dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Waehapu Batu Merah melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementing Agreement (IA).
Kerja sama ini tidak hanya memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan dengan pengakuan hingga 20 SKS sebagai bagian dari Program Kampus Berdampak.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor BPDAS Waehapu Batu Merah, Jalan Kebun Cengkeh, Ambon, Selasa (7/7/2026).
Fakultas Pertanian Unpatti diwakili Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni, Dr. Jeter Donald Siwalette, S.P., M.Si, mewakili Dekan Fakultas Pertanian. Sementara BPDAS Waehapu Batu Merah diwakili Kepala BPDAS Eko Suroso, S.Hut., M.Si.
Dalam kesempatan itu, turut ditandatangani Implementing Agreement (IA) oleh Program Studi Kehutanan yang diwakili Sekretaris Jurusan Kehutanan Dr. Jan W. Hatulesila, S.Hut., M.Si, serta Program Studi Ilmu Lingkungan yang diwakili Ketua Program Studi Dr. D.V. Pattimahu, S.Hut., M.Si.
Dr. Jeter Donald Siwalette mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah nyata Fakultas Pertanian Unpatti dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih dekat dengan kebutuhan pembangunan, khususnya di bidang kehutanan, lingkungan hidup, dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).
Menurutnya, kemitraan dengan BPDAS Waehapu Batu Merah menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui pengalaman belajar langsung di lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan instansi pemerintah.
“Kolaborasi ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Ruang lingkup kerja sama mencakup program magang, praktik kerja lapangan, penelitian bersama, rehabilitasi hutan dan lahan, asistensi mengajar, proyek independen di bidang kehutanan, hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Salah satu poin penting dalam kerja sama tersebut adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran di lingkungan BPDAS Waehapu Batu Merah selama satu semester dengan pengakuan beban belajar setara 20 SKS sesuai ketentuan akademik yang berlaku.
Selain meningkatkan kualitas lulusan, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan melalui riset terapan, inovasi, dan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung terhadap pelestarian lingkungan.
Pelaksanaan seluruh program akan dilakukan melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi secara berkala agar setiap kegiatan berjalan efektif, terukur, serta memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Fakultas Pertanian Unpatti berharap kolaborasi strategis ini mampu melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kehutanan, rehabilitasi hutan dan lahan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Provinsi Maluku dan Indonesia.
(JB-01)






