Panen Pisang di Lapas Perempuan Ambon Jadi Bukti Sukses Pembinaan Kemandirian

Ambon. Jejakberita, Com – Lapas Perempuan Kelas III Ambon kembali menunjukkan hasil nyata program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui pengelolaan lahan pertanian di lingkungan lapas, warga binaan berhasil memanen satu tandan Pisang 40 Hari sebagai bagian dari upaya membangun keterampilan sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Panen yang berlangsung pada Jumat (3/7) itu dilakukan oleh Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pembinaan bersama Kelompok Tani Warga Binaan di lahan pertanian yang berada di area belakang Lapas Perempuan Kelas III Ambon. Hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan di bidang pertanian berjalan secara berkelanjutan.

Kasubsi Pembinaan, Wa Otje, mengatakan keberhasilan panen merupakan hasil dari proses pembinaan yang melibatkan warga binaan sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen. Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

“Panen pisang ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu mengembangkan keterampilan di bidang pertanian melalui pembinaan yang terarah dan berkesinambungan. Mereka terlibat langsung mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Wa Otje.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ambon, Hesta Van Harling, menegaskan pembinaan kemandirian menjadi salah satu program strategis untuk membentuk warga binaan yang produktif dan siap kembali ke masyarakat.

Menurut Hesta, keberhasilan panen pisang membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan keterampilan yang bernilai ekonomi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri warga binaan.

“Program pembinaan kemandirian merupakan salah satu upaya kami dalam membentuk warga binaan yang produktif, mandiri, dan memiliki keterampilan hidup. Kami akan terus mengembangkan program pertanian sebagai bagian dari implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan serta mempersiapkan warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” katanya.

Melalui program pembinaan pertanian ini, Lapas Perempuan Kelas III Ambon berharap warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman bercocok tanam, tetapi juga memiliki bekal keterampilan, kedisiplinan, dan jiwa mandiri yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana. (JB-01)