AMBON. Jejakberita, Com – Pertamina Patra Niaga bersama sejumlah instansi lintas sektoral turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Kota Ambon, Kamis (18/6/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai aturan sekaligus mencegah berbagai modus penyelewengan yang berpotensi merugikan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Pertamina Patra Niaga menggandeng Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Dinas Perhubungan Kota Ambon, serta Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok BBM subsidi maupun non-subsidi tetap aman di seluruh SPBU.
“Pertamina terus memastikan ketersediaan BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, di seluruh SPBU agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Penyaluran BBM dari terminal BBM ke SPBU dilakukan secara optimal, termasuk pada malam hari hingga dini hari, sehingga stok seluruh produk tetap terjaga,” kata Ispiani.
Selain menjamin pasokan, Pertamina juga menekankan pentingnya kepatuhan SPBU terhadap standar operasional prosedur (SOP) pelayanan dan tata kelola penyaluran BBM subsidi yang transparan.
Menurut Ispiani, seluruh SPBU wajib menerapkan sistem QR Code Subsidi Tepat untuk pembelian Pertalite dan Solar bersubsidi. Jika ditemukan pelanggaran, Pertamina akan memberikan pembinaan kepada SPBU terkait, sementara dugaan penyalahgunaan oleh konsumen akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Untuk BBM subsidi, aturannya sudah jelas. SPBU wajib menerapkan QR Code Subsidi Tepat. Jika tidak dilakukan tentu ada pembinaan yang akan dilakukan terhadap SPBU. Sementara untuk konsumen yang terindikasi melanggar, penanganannya akan diserahkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Herman Semmy Tetelepta, mengungkapkan hasil pengecekan di SPBU 83.971.01 Pohon Pule menunjukkan kondisi penyaluran BBM masih berjalan normal dan kondusif.
Meski demikian, pihaknya mencatat adanya peningkatan konsumsi pada sejumlah produk BBM subsidi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kita melihat memang ada sedikit perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap BBM subsidi. Karena itu, pengecekan dan sidak lintas sektoral ini penting untuk memastikan kecukupan stok dan kesiapan SPBU dalam melayani kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Herman menegaskan pengawasan rutin akan terus dilakukan guna meminimalkan potensi penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, berbagai modus seperti penggunaan tangki kendaraan yang dimodifikasi, plat nomor palsu hingga penggunaan lebih dari satu barcode subsidi harus menjadi perhatian bersama karena dapat mengurangi hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“BBM subsidi disediakan untuk masyarakat yang berhak. Jangan sampai ulah oknum dengan berbagai modus justru merugikan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari dan kegiatan ekonomi. Karena itu, pengawasan bersama antara Pertamina, instansi terkait dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat,” katanya.
Pertamina Patra Niaga bersama seluruh instansi yang terlibat juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan energi secara bijak. Untuk memperoleh informasi maupun layanan terkait produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135. (JB-01)






