Hasil SNBT Unpatti 2026 Diumumkan, Pendidikan Dokter Jadi Prodi Paling Ketat

Ambon. Jejakberita, Com – Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc, menyebut sebanyak 39 persen kuota penerimaan mahasiswa baru jalur SNBT 2026 di Universitas Pattimura belum terisi. Kuota kosong tersebut nantinya akan dialihkan melalui seleksi jalur mandiri.

Hal itu disampaikan Dominggus dalam konferensi pers hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 yang berlangsung di lantai 2 Rektorat Unpatti Ambon, Selasa (26/5/2026).

“Jumlah kuota kita untuk 83 program studi sebanyak 3.464 kursi, tetapi yang terisi hanya 2.109 mahasiswa. Artinya baru sekitar 60,8 persen yang terpenuhi dan masih ada 39,2 persen kuota kosong,” kata Dominggus kepada wartawan.

Ia menjelaskan, jumlah peserta yang mendaftar SNBT di Unpatti tahun ini mencapai 5.627 orang. Namun dari total tersebut, hanya 2.109 peserta yang dinyatakan lulus.

Menurut Dominggus, dari 83 program studi yang tersedia, hanya 75 program studi yang berhasil mendapatkan mahasiswa baru. Sementara tujuh program studi lainnya yang berada di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) belum memiliki peminat.

“Ini masih menjadi evaluasi kami, terutama untuk PSDKU di wilayah MBD dan Aru yang belum diminati,” ujarnya.

Meski demikian, Unpatti mencatat capaian positif karena mahasiswa yang lolos SNBT tahun ini berasal dari 25 provinsi di Indonesia. Kendati sebagian besar masih berasal dari Maluku, Dominggus menilai hal itu menunjukkan Unpatti tetap menjadi pilihan calon mahasiswa dari berbagai daerah.

“Ini menunjukkan Unpatti masih menjadi daya tarik bagi mahasiswa dari luar Maluku,” katanya.

Program studi Pendidikan Dokter kembali menjadi jurusan paling ketat pada SNBT 2026 di Unpatti. Tingkat kelulusannya hanya sekitar 7,67 persen atau rasio satu kursi diperebutkan 13 peserta.

Selain Pendidikan Dokter, beberapa program studi dengan tingkat persaingan tertinggi yakni Teknik Perminyakan dengan rasio 1:9,3, Farmasi 1:9,2, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 1:8,3 serta Gizi dengan rasio 1:7,8.

Dominggus juga mengungkapkan nilai UTBK tertinggi tahun ini berada di Program Studi Teknik Sipil dengan skor mencapai 756,5.

Bagi peserta yang dinyatakan lulus SNBT 2026, Unpatti mewajibkan proses pendaftaran ulang dilakukan paling lambat 31 Juli 2026. Namun pihak kampus meminta pengumpulan berkas sudah diselesaikan sebelum 3 Juli 2026.

“Kami perlu memastikan jumlah mahasiswa yang benar-benar melakukan registrasi agar sisa kuota bisa dihitung untuk jalur mandiri,” jelasnya.

Untuk seleksi mandiri 2026, Unpatti membuka empat jalur penerimaan, yakni Mandiri UTBK, Mandiri Prestasi, Mandiri Nilai UTBK SNBT, serta Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Jalur Mandiri Prestasi diperuntukkan bagi siswa berprestasi akademik maupun non-akademik, khusus untuk program studi yang tingkat peminatnya masih rendah. Sementara jalur Mandiri Nilai UTBK ditujukan bagi peserta yang sudah mengikuti SNBT tetapi belum lulus dan ingin menggunakan nilai UTBK mereka tanpa tes tambahan.

Selain itu, jalur RPL dibuka bagi mahasiswa yang pernah kuliah namun putus studi, maupun pegawai dengan pengalaman kerja minimal lima tahun untuk mendapatkan pengakuan konversi SKS berdasarkan pengalaman kerja dan pelatihan yang dimiliki.

Di akhir konferensi pers, Dominggus juga mengingatkan calon mahasiswa agar teliti saat memilih program studi, terutama untuk program studi yang tersedia di kampus utama maupun PSDKU seperti di Maluku Barat Daya (MBD) dan Kepulauan Aru.

“Jangan sampai domisili di Ambon tetapi salah memilih program studi yang berada di PSDKU. Setelah lulus tidak bisa dipindahkan,” tegasnya.

(JB-01)

Pos terkait