Jb. Com, Ambon – Langkah konkret menuju energi bersih di Maluku resmi dimulai. PT Angkasa Pura Indonesia bersama PT PLN (Persero) mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Bandara Internasional Pattimura, menghadirkan kemudahan pengisian daya kendaraan listrik dengan sistem digital terintegrasi.
Peresmian yang berlangsung pada 28 April 2026 ini menjadi bagian dari komitmen mempercepat ekosistem kendaraan listrik di wilayah timur Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan pengguna jasa bandara yang semakin peduli terhadap teknologi ramah lingkungan.
Pelaksana Harian (PH) General Manager Bandara Pattimura Ambon, Ida Made Dwipayana, mengatakan kehadiran SPKLU ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis bagi pengguna kendaraan listrik.
“Kami memastikan fasilitas ini mudah diakses dan dioperasikan. Dengan dukungan sistem digital dari PLN, pengguna kini dapat mengisi daya kendaraan dengan praktis sembari beraktivitas di area bandara,” ujarnya.
SPKLU yang tersedia di kawasan bandara ini telah dilengkapi dengan tiga jenis socket untuk menjangkau berbagai tipe kendaraan listrik, yakni Type 2 (AC), CCS2 (DC), dan CHAdeMO (DC).
Pengguna dapat mengakses layanan ini melalui aplikasi PLN Mobile. Prosesnya dimulai dari registrasi akun, kemudian memilih fitur kendaraan listrik, hingga melakukan pemindaian QR Code yang tersedia di mesin SPKLU untuk memulai pengisian daya.
Melalui sistem tersebut, pengguna juga dapat menentukan jumlah pengisian, baik berdasarkan kWh maupun nominal rupiah, serta memilih metode pembayaran digital yang tersedia dalam aplikasi.
Selain itu, sistem pengisian telah dilengkapi fitur keamanan, termasuk penghentian otomatis saat baterai penuh maupun tombol darurat (emergency stop) pada mesin.
Jika terjadi kendala teknis, pengguna dapat menghubungi layanan 24 jam PLN melalui contact center 123 atau WhatsApp resmi yang telah disediakan.
PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan, kehadiran SPKLU ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pembangunan nasional berbasis energi bersih. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya meningkatkan layanan di bandara, tetapi juga mendorong masyarakat Maluku untuk mulai beralih ke kendaraan listrik.
Dengan hadirnya fasilitas ini, Ambon semakin memperkuat posisinya sebagai kota yang mulai beradaptasi dengan tren transportasi berkelanjutan di Indonesia. (JB-01)






