Unpatti Wisuda 1.298 Lulusan, Soroti Tantangan Serapan Kerja dan Target PTNBH 2027

oplus_2

JB. Com, Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) mewisuda 1.298 lulusan periode April 2026 sekaligus menyoroti tantangan serius rendahnya serapan tenaga kerja lulusan yang masih berada di angka 21,82 persen.

Prosesi wisuda yang berlangsung di Auditorium Unpatti, Poka, Kamis (23/4/2026), dipimpin Rektor Fredy Leiwakabessy. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas meluluskan mahasiswa, tetapi juga memastikan lulusan mampu bersaing di dunia kerja.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Lulusan tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi harus siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang dinamis,” ujar Fredy.

Dari total lulusan, sebanyak 845 orang merupakan sarjana (S1), 373 lulusan profesi, 75 magister, dan 5 doktor. Rata-rata masa studi tercatat 3,6 tahun dengan IPK rata-rata 3,35.

Selain capaian akademik, Unpatti juga mencatat kontribusi mahasiswa dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Sebanyak 32 lulusan berasal dari program tersebut, dengan sebagian besar meraih predikat cumlaude.

Pada kesempatan itu, Fredy menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Gelar akademik adalah tanggung jawab. Saudara harus mampu memberikan solusi, terutama bagi masyarakat kepulauan yang memiliki tantangan spesifik,” katanya.

Dalam rangka Dies Natalis ke-63, Unpatti kembali menegaskan arah pengembangan kampus berbasis konsep “Bina Mulia Kelautan”. Konsep ini menjadi pijakan dalam pengembangan ilmu yang relevan dengan karakter wilayah Maluku sebagai daerah kepulauan.

Penguatan identitas tersebut juga ditandai dengan penerbitan buku akademik “Bina Mulia Kelautan” yang telah memperoleh Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan HAM RI pada April 2026.

Di sisi lain, Unpatti mencatat peningkatan kualitas akademik. Jumlah program studi berakreditasi unggul meningkat signifikan dari enam pada 2023 menjadi 16 pada awal 2026. Persentase dosen bergelar doktor juga mencapai 35,28 persen dan ditargetkan naik hingga 50 persen pada 2030.

Dari aspek tata kelola, Unpatti meraih nilai akuntabilitas kinerja 83,45 persen dengan predikat A serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Meski begitu, Fredy menekankan bahwa peningkatan kualitas lulusan harus diiringi dengan penguatan koneksi ke dunia industri dan penciptaan lapangan kerja.

Untuk itu, Unpatti menetapkan empat fokus pengembangan, yakni peningkatan daya saing akademik, penguatan jejaring internasional, kemandirian pendanaan, serta transformasi tata kelola digital.

Selain itu, Unpatti juga menargetkan perubahan status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) pada 2027 guna memperkuat fleksibilitas dalam pengelolaan institusi.

Sementara itu, Ketua Senat Unpatti Tonny Donald Pariela menyebut capaian yang diraih menunjukkan tren positif, terutama dalam penguatan budaya mutu dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Perkembangan ini menjadi modal penting bagi Unpatti untuk terus tumbuh sebagai perguruan tinggi unggul berbasis kepulauan,” ujarnya.

Acara wisuda turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, unsur pemerintah daerah, Forkopimda, serta para orang tua wisudawan. (JB-01)

Pos terkait