Rektor Unpatti Tegaskan Kebebasan Berpendapat Bukan Alasan Anarkis Usai Aksi Mahasiswa Rusak Fasilitas

Jejakberita. Com, Ambon– Rektor Fredy Leiwakabessy menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tidak boleh dijadikan alasan untuk bertindak anarkis, menyusul aksi mahasiswa yang berujung pada pengrusakan dan pembakaran fasilitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan di ruang auditorium kampus, Selasa (3/3/2026). Menurutnya, mahasiswa tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, namun harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab.

“Kebebasan berpendapat itu tidak dilarang, tetapi harus memiliki data akurat, tidak menghujat, memfitnah, dan mencaci maki, serta tidak anarkis,” tegas Fredy.

Ia menekankan bahwa kampus selalu membuka ruang dialog antara mahasiswa dan pihak rektorat. Namun, dialog tersebut harus berlangsung secara sehat, produktif, dan tidak merugikan fasilitas maupun lingkungan akademik.

Fredy juga mengingatkan bahwa tindakan anarkis justru mencederai nilai-nilai akademik serta merusak citra institusi pendidikan tinggi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk mengedepankan cara-cara intelektual dalam menyampaikan kritik.

Sementara itu, Gubernur Maluku dalam kesempatan yang sama turut mengapresiasi pelantikan pengurus Ikatan Alumni Pattimura (IKAPATTI). Ia berharap organisasi alumni tersebut mampu berkembang menjadi wadah yang solid, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, peran alumni sangat penting dalam mendukung kemajuan kampus serta memperkuat jejaring di berbagai sektor strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional. (JB-01)

Pos terkait