Jakarta, Jejakberita. Com – PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara atau Bank Maluku-Malut mencatatkan kinerja moncer sepanjang 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2026, perseroan melaporkan aset menembus Rp10,55 triliun dan laba bersih melonjak 53 persen.
RUPS yang digelar di Giia Maluku Hotel, Senin (23/2/2026), dihadiri para kepala daerah se-Maluku dan Maluku Utara selaku pemegang saham. Hadir antara lain Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, serta sejumlah bupati di kedua provinsi tersebut.
Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar, mengatakan laporan pertanggungjawaban kinerja keuangan tahun buku 2025 diterima secara bulat oleh seluruh pemegang saham.
“Diterima semua karena kinerja kita sangat luar biasa meningkat tajam,” ujar Syahrisal dalam keterangannya usai rapat.
Ia menjelaskan, komposisi pemegang saham pengendali kini terdiri dari Pemerintah Provinsi Maluku dan Bank DKI. Bank DKI mengantongi sekitar 7 persen saham, sementara Pemprov Maluku sebesar 34,5 persen.
Aset dan Kredit Tumbuh Dua Digit
Secara kinerja, total aset Bank Maluku-Malut per akhir 2025 tercatat Rp10,55 triliun atau tumbuh 19,84 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp8,81 triliun.
Penyaluran kredit mencapai Rp6,07 triliun atau naik 10,10 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan ini bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan kredit nasional.
Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp6,85 triliun atau tumbuh 18,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5,78 triliun. Komposisi dana murah (giro dan tabungan) juga mencapai 51,34 persen, lebih besar dibandingkan deposito.
Laba Bersih Naik 53 Persen
Kinerja laba menjadi sorotan utama dalam RUPS tersebut. Laba sebelum pajak tercatat Rp236,97 miliar atau tumbuh 9,42 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara laba bersih melonjak 53 persen menjadi Rp181,80 miliar, jauh di atas rata-rata pertumbuhan laba industri perbankan nasional yang berada pada kisaran satu digit.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) berada pada level 34,16 persen, mencerminkan kondisi permodalan yang kuat. Adapun rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat 2,55 persen, masih dalam batas aman industri perbankan.
Dividen Dibagikan 74 Persen
Selain mengesahkan laporan keuangan, RUPS juga menyetujui pembagian dividen sebesar 74 persen dari laba bersih tahun buku 2025 kepada para pemegang saham.
Provinsi Maluku menerima dividen sekitar Rp47 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya Rp42 miliar. Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Timur masing-masing menerima sekitar Rp7,79 miliar.
Kabupaten Maluku Tenggara tercatat menerima sekitar Rp7,51 miliar, disusul Kepulauan Aru sesuai porsi sahamnya. Daerah lainnya rata-rata memperoleh dividen Rp3–4 miliar.
Sementara itu, di wilayah Maluku Utara, porsi dividen relatif lebih kecil. Namun Kabupaten Halmahera Tengah menerima sekitar Rp4 miliar, seiring konsistensi penyertaan modal yang dilakukan pemerintah daerah tersebut.
Dengan capaian tersebut, Bank Maluku-Malut menegaskan posisinya sebagai salah satu bank pembangunan daerah dengan pertumbuhan agresif di kawasan timur Indonesia. (JB-01)






