1.340 Mahasiswa Resmi Diwisuda, Unpatti Catat Sejarah Wisuda Januari Pertama

Jejakberita. Com, Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mencatat tonggak sejarah baru. Sebanyak 1.340 mahasiswa resmi diwisuda pada periode Januari 2026, menandai wisuda pertama yang digelar di bulan Januari sejak Unpatti berdiri.

Momentum ini sekaligus menjadi bukti percepatan transformasi Unpatti menuju perguruan tinggi berkelas dunia.

Prosesi wisuda yang berlangsung di Aula Kampus Unpatti, Ambon, Rabu (28/1/2026), itu diikuti lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.

Dari total wisudawan, 38 orang berhasil meraih predikat cumlaude, sebuah capaian akademik yang mendapat apresiasi khusus dari pimpinan universitas.

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyebut wisuda Januari menjadi bagian dari strategi besar kampus dalam menyesuaikan diri dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa yang terus meningkat.

“Setiap tahun Unpatti menerima sekitar 6.000 mahasiswa baru. Karena itu ke depan kita targetkan empat kali wisuda dalam setahun, yakni Januari, April bertepatan Dies Natalis, Juli, dan Oktober,” ujar Fredy.

Komposisi Lulusan dan Perluasan Kampus Daerah

Adapun komposisi lulusan yang diwisuda terdiri atas 958 Sarjana (S1), 304 lulusan Program Profesi Guru, dan 78 Magister (S2). Wisuda juga melibatkan mahasiswa dari kampus daerah, yakni 25 lulusan PSDKU Kepulauan Aru dan 26 lulusan PSDKU Maluku Barat Daya.

Sebanyak 38 wisudawan terbaik menerima penghargaan berdasarkan SK Rektor Nomor 2470/UN13/SK/2025, dengan rincian 7 orang berpredikat Sangat Memuaskan (A1) dan 31 orang Memuaskan.

Unpatti Terus Bertumbuh

Saat ini, Unpatti menaungi sekitar 34.000 mahasiswa, dengan 28.000 di antaranya aktif pada semester ganjil 2025/2026. Dari sisi sumber daya manusia, Unpatti didukung 1.370 dosen, terdiri atas 95 Guru Besar, 419 Doktor, dan 786 Magister.

Dalam dua tahun terakhir, Unpatti juga membuka 17 program studi baru, termasuk 4 program doktoral dan 10 program sarjana, seperti Kedokteran Gigi dan Gizi. Total program studi kini mencapai 115 prodi, dan akan segera bertambah dengan 6 prodi vokasi serta 3 prodi spesialis kedokteran.

Di bidang tata kelola, capaian Unpatti turut mengalami peningkatan signifikan. Maturity Rating BLU naik dari 1,99 menjadi 2,77 pada 2025, dengan daya serap anggaran mencapai 96,37%. Selain itu, lima aplikasi digital telah terintegrasi guna menunjang layanan akademik dan administrasi.

Suasana Haru di Tengah Perayaan

Wisuda kali ini juga diwarnai suasana haru. Ketua Senat Unpatti, Prof. Dr. S. E. M. Nirahua, SH., M.Hum., mengumumkan bahwa salah satu wisudawan, Mufagian Samuel Serjama, lulusan Manajemen FEB, telah wafat sebelum prosesi wisuda.

Kedua orang tua almarhum yang datang jauh dari Kepulauan Rote hadir untuk menerima ijazah putra mereka, mengundang haru seluruh hadirin.

“Kita berduka bersama keluarga Samuel, namun juga bersyukur karena almarhum telah menyelesaikan studinya,” ujar Prof. Nirahua.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Nirahua juga menyampaikan bahwa masa jabatannya sebagai Ketua Senat akan berakhir pada Maret 2026, dan ia memasuki masa purna bakti mulai 1 April mendatang.

Pesan untuk Para Wisudawan

Rektor Unpatti mengingatkan para lulusan agar menjadikan gelar akademik sebagai sarana pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan belajar sepanjang hayat dan memverifikasi data menjadi kunci utama.

Sementara itu, Ketua Senat menyampaikan pesan reflektif yang sarat makna:

“Apa yang kamu kirim, akan kembali. Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai.”

Wisuda dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua DPRD Maluku Benhur G. Watubun, Wali Kota Ambon, serta para bupati dari berbagai daerah di Maluku.

Acara ditutup dengan seruan penuh semangat dari seluruh hadirin:

“Maju terus Universitas Pattimura, meskipun dalam tantangan!”

(JB-01)

Pos terkait