Natal SMPN 11 Ambon Jadi Momentum Penguatan Iman dan Pendidikan Karakter

Oplus_131074

 

Jejakberita. Com, Ambon – Keluarga besar SMP Negeri 11 Ambon menggelar Perayaan Natal bersama yang berlangsung khidmat di Gereja Imanuel, Jemaat GPM Amahusu, Selasa (16/12/2025). Perayaan Natal ini menjadi momentum refleksi iman, pendidikan karakter, serta penguatan harapan bagi siswa dan seluruh warga sekolah dalam menyongsong Natal 2025.

Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt Yani Soplanit, dengan refleksi firman Tuhan yang diambil dari Matius 2:1-12, tentang perjalanan orang-orang majus yang mencari Yesus sebagai Sang Raja melalui bintang penuntun. Pesan Natal menekankan bahwa Natal bukan hanya dirayakan oleh orang-orang biasa, tetapi juga oleh mereka yang berpikir, berkembang, dan terus mencari makna hidup.

Dalam refleksi tersebut disampaikan bahwa bintang bukan sekadar simbol kesuksesan duniawi, melainkan tanda keselamatan yang menuntun manusia kepada Kristus. Bintang sejati, sebagaimana ditegaskan, hanya dapat diraih melalui perjuangan, kerendahan hati, dan ketekunan dalam mencari kebenaran.
Perayaan Natal ini dihadiri Raja Negeri Amahusu, Mezaac Maurits Silooy, Ketua Majelis Jemaat GPM Amahusu, Pdt Linda Sahetapy, pengawas sekolah, dewan guru, pegawai ,seluruh siswa SMPN 11 Ambon, serta para tamu undangan lainnya.

Kepala SMPN 11 Ambon, Ralph Stefanus Lesnussa, S.Pd, dalam kesan dan pesan Natalnya mengajak seluruh warga sekolah untuk belajar bersyukur dalam setiap situasi kehidupan. Menurutnya, sikap bersyukur merupakan sumber kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup.

“Apapun yang kita hadapi dan jalani, kita harus bersyukur. Dari sanalah kekuatan kita muncul. Anak-anak adalah aset berharga. Jadilah pribadi yang baik, taat, dan kuat, serta rayakan Natal dengan penuh sukacita,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekeluargaan sebagai keluarga besar SMP Negeri 11 Ambon, sehingga damai sejahtera Natal dapat terus dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Jemaat GPM Amahusu, Pdt Linda Sahetapy. Ia menegaskan bahwa Natal adalah pengakuan iman bahwa di tengah situasi sulit sekalipun, Tuhan tetap menghadirkan cinta, damai, dan pengharapan.

“Perjuangan pendidikan dari kelas VII hingga kelas IX adalah bagian dari proses menuju masa depan. Keberhasilan bukan semata karena kekuatan manusia, tetapi karena Kristus hadir dan berjalan bersama kita,” katanya.

Sementara itu, Raja Negeri Amahusu, Mezaac Maurits Silooy, dalam pesannya menekankan tiga nilai utama Natal, yakni kasih, sukacita, dan harapan. Ia mengajak para siswa untuk hidup saling mengasihi, menjauhi pertengkaran, serta menumbuhkan cita-cita sebagai bekal masa depan.

“Harapan itu lahir dari doa dan kerja keras. Tugas anak-anak adalah belajar dan terus belajar. Dengan doa dan usaha, masa depan akan tercapai,” ujarnya.

Perayaan Natal keluarga besar SMPN 11 Ambon juga dirangkaikan dengan pembagian bingkisan Natal kepada siswa yang berprestasi, warga sekitar sekolah, serta para orang tua di Negeri Amahusu.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba literasi di masing-masing kelas, sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah.
Perayaan ini menjadi penegasan bahwa Natal tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga dihidupi melalui nilai kasih, pengharapan, dan pendidikan karakter bagi generasi muda Ambon. (JB-01)