PKK Maluku Dorong Desa Tangguh dan Mandiri, Desa Poka Wakili Ambon di Lomba 10 Program Pokok PKK 2025

Berita Utama968 Dilihat

Jejakberita. Com, Ambon – Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, menjadi wakil Kota Ambon dalam lomba pelaksana terbaik 10 Program Pokok PKK dan Pilot Project tingkat Provinsi Maluku tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Poka, Sabtu (25/10/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Maya Beby Lewerissa, dan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta, ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, PJ sekertaris kota Ambon, pimpinan OPD lingkup pemerintah kota Ambon, Camat teluk Ambon.

Dalam sambutannya, Maya Lewerissa menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PKK Kota Ambon yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung pembangunan berbasis keluarga.

“Gerakan PKK adalah mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, sejahtera, dan mandiri. Sepuluh program pokok PKK merupakan pilar penting dalam pembangunan desa,” ujar Maya.

Ia menegaskan, selain fokus pada peningkatan kesejahteraan, PKK juga berperan besar dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, pembangunan yang tangguh harus dimulai dari keluarga yang sehat, sadar lingkungan, dan siap menghadapi berbagai tantangan.

“Bencana tidak hanya datang dari alam, tapi juga dari diri kita sendiri. Karena itu, kita harus berperan aktif menjaga kesehatan, kelestarian lingkungan, dan perencanaan yang baik agar masyarakat tangguh menghadapi bencana,” tambahnya.

PKK Jadi Mitra Strategis Pemerintah Kota

Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon terus mendukung seluruh kegiatan PKK di berbagai tingkatan, mulai dari kota hingga desa.

“Program PKK kami sinkronkan dengan program Pemerintah Kota, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, mengatasi stunting, dan membangun kemandirian keluarga,” jelasnya.

Bodewin juga mengingatkan agar lomba tidak hanya menjadi ajang meraih juara, tetapi menjadi sarana pembinaan berkelanjutan.

“Saya tidak mau ada pemolesan menjelang lomba. Yang penting adalah dampak nyata bagi masyarakat. Kalau Desa Poka menang di tingkat kota, itu berarti masyarakatnya sehat, angka stunting menurun, dan kesejahteraan meningkat,” tegasnya.

Wali Kota Ambon juga mengungkapkan bahwa Desa Poka kini tengah dikembangkan sebagai Desa Cerdas Perikanan bekerja sama dengan Kementerian Kelautanan dan Perikanan. Ia bahkan mengusulkan agar ada keramba khusus PKK di Desa Poka, sehingga kader PKK bisa ikut terlibat langsung dalam kegiatan budidaya ikan.

“Kalau harga ikan mahal, ibu-ibu PKK bisa bantu dengan menjual lebih murah kepada masyarakat. Itu bukti nyata peran PKK,” kata Bodewin.

Kades Poka: Dari Dusun Kecil Jadi Desa Mandiri

Kepala Desa Poka, Martina Kelbulan, menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya untuk mewakili Kota Ambon di tingkat provinsi. Ia memaparkan profil singkat Desa Poka dan berbagai inovasi PKK yang telah dilakukan.

Desa Poka, yang dulunya bagian dari Negeri Rumah Tiga, kini berkembang menjadi desa definitif sejak 7 Juli 1995. Dengan jumlah penduduk 4.274 jiwa dan 1.143 kepala keluarga, desa ini terus berupaya menjadi desa religius, sejahtera, mandiri, dan inovatif.

“Kami punya program unggulan seperti Bank Sampah Inklusif ‘Dari Sisa Asa Menjadi Asa’ bekerja sama dengan Universitas Pattimura, serta pelatihan keterampilan bagi kader posyandu dan kelompok UP2K,” ungkap Martina.

PKK Desa Poka juga aktif dalam edukasi lingkungan kepada anak-anak, pelatihan keterampilan ekonomi keluarga, dan program kesehatan masyarakat. Desa ini memiliki lima posyandu, satu pustu, dan satu polindes dengan puluhan kader aktif.

Adapun prestasi PKK Desa Poka antara lain:

Juara 1 Lomba Desa Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK Tingkat Kota Ambon (2025)

Juara berbagai kategori Lomba Masak Serba Ikan Dinas Perikanan Kota Ambon (2018–2023)

Martina berharap penilaian kali ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh kader PKK untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

“Kami tidak hanya ingin menjadi juara, tapi menjadi desa yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tutupnya. (JB-01)