Jb. Com, Tual – TNI Angkatan Laut melalui Lantamal IX Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam menjangkau wilayah pelosok. Bersama Bank Indonesia, Lantamal IX menggelar Bakti Sosial Kesehatan dan Sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah di Desa Tayando Yamtel, Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, Selasa (5/8/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025, yang sebelumnya sukses menyambangi Pulau Seram. Kali ini, KRI Bawal-875 membawa Tim Ekspedisi dan Tim Kesehatan Lantamal IX ke pulau-pulau terluar di Maluku Tenggara.
Setibanya di Tayando, tim langsung menggelar sosialisasi bertema Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terhadap pentingnya menjaga uang rupiah, memahami nilai tukar, serta mengenali ciri-ciri uang asli.
Tak hanya itu, masyarakat juga mendapatkan layanan kesehatan gratis dari Tim Kesehatan Lantamal IX. Warga pun menyambut antusias kegiatan tersebut, mengingat terbatasnya akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan ini.
“Terima kasih kepada TNI AL dan Bank Indonesia yang sudah datang langsung ke Tayando. Biasanya kami harus menyeberang ke kota untuk berobat, sekarang bisa periksa kesehatan gratis di sini,” ujar salah satu warga Tayando.
Selain bakti kesehatan, masyarakat juga diberi kesempatan mengunjungi langsung KRI Bawal-875 dalam kegiatan open ship. Anak-anak hingga orang dewasa memadati dermaga untuk melihat dari dekat Kapal Perang TNI AL kebanggaan Indonesia.
“Kegiatan ini bukan sekadar distribusi uang atau sosialisasi. Ini bagian dari bela negara, menjangkau daerah terluar dan memastikan negara hadir untuk rakyatnya,” ujar Komandan Lantamal IX, Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M., dalam pernyataan terpisah.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat tak hanya berfokus pada pendistribusian uang layak edar, tetapi juga memastikan akses layanan keuangan formal dan edukasi bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di pulau-pulau kecil.
“TNI AL sebagai garda terdepan pertahanan laut memainkan peran vital dalam menjangkau masyarakat yang minim akses terhadap layanan kesehatan maupun transaksi perbankan,” lanjut Suwandi.
Warga dan pemerintah desa berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun, sebagai bentuk kehadiran nyata negara di wilayah terdepan dan terluar Indonesia. (JB-01)






