Jb. Com, Ambon – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Ambon akan menerapkan sistem pembelajaran berbasis digital secara penuh mulai tahun ajaran 2025/2026. Inisiatif ini ditandai dengan pelaksanaan workshop bagi para guru serta peluncuran resmi program digitalisasi yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Fachrul Rozhi Hasanusi, S.Pd., M.Si.
Kepala MTsN Ambon, Riyadi Kamis, S.Ag., M.MPd., mengatakan bahwa peluncuran dilakukan lebih awal guna memberikan waktu yang cukup untuk persiapan infrastruktur serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan tata usaha.
“Launching dilakukan lebih awal agar berbagai aspek, termasuk perangkat teknologi seperti TV di kelas, tata kelola sekolah, hingga kesiapan guru dan siswa, dapat dipersiapkan secara matang. Kami targetkan setidaknya 90 persen kebutuhan infrastruktur telah terpenuhi sebelum tahun ajaran baru dimulai,” ujar Riyadi dalam wawancara di MTsN Ambon, Jumat (16/5).
Riyadi juga menyampaikan bahwa saat ini implementasi digitalisasi pembelajaran sudah mencapai 80 hingga 90 persen. Ke depan, pihak sekolah akan terus menggelar workshop lanjutan sebagai bagian dari peningkatan kompetensi guru dan staf tata usaha dalam mendukung ekosistem digital di lingkungan sekolah.
“Program digitalisasi ini merupakan bagian dari visi Kementerian Agama, dan kami berkomitmen untuk mengimplementasikannya secara konkret di lapangan,” tambahnya.
MTsN Ambon, yang telah meraih akreditasi A Plus, menjadi satu-satunya MTs di Provinsi Maluku yang mengadopsi sistem pembelajaran digital pada tahun ajaran 2025/2026. Dengan langkah ini, MTsN Ambon diharapkan dapat menjadi sekolah percontohan dalam transformasi digital pendidikan di wilayah timur Indonesia.
“Harapan kami, MTsN Ambon dapat menjadi model madrasah digital yang mampu memberikan pelayanan pendidikan yang modern, inklusif, dan berkualitas,” tutup Riyadi. (JB-01)






