Jb. Com, Ambon – Olimpiade Sains FST Universitas Pattimura akan tampil dengan wajah baru di tahun 2026. Setelah hampir dua dekade digelar dengan dua mata lomba utama, Matematika dan IPA, kini Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unpatti menambahkan bidang Terapan dan Teknologi sebagai cabang lomba baru dalam ajang prestisius tersebut.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Pattimura, Prof. Dr. Pieter Kakisina, M.Si dalam sambutannya pada penutupan Olimpiade Sains FST 2025, Selasa (15/4), di Aula Rektorat Unpatti.
“Tahun depan bukan hanya Matematika dan IPA yang diperlombakan, tetapi juga Terapan dan Teknologi. Ini karena nama fakultas kita telah berubah menjadi Fakultas Sains dan Teknologi. Sudah saatnya cakupan olimpiade diperluas seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi yang sangat pesat,” ujar Prof. Kakisina.
Penambahan bidang ini juga dimaksudkan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi peserta didik dari berbagai latar belakang sekolah, termasuk SMK dan sederajat, untuk ikut berkompetisi dalam ajang Olimpiade Sains FST.
“Kalau sudah 19 tahun kegiatan ini berjalan, maka sudah waktunya ada inovasi. Tambahan bidang ini akan menjadi ruang baru untuk lebih banyak peserta, dan tentunya dengan tantangan yang lebih kompleks dan menarik,” tambahnya.
Demi menjaga kualitas kompetisi, Prof. Kakisina mengungkapkan bahwa soal-soal lomba akan disusun oleh universitas-universitas ternama di Indonesia dan terkoordinasi langsung dengan panitia pusat olimpiade. Langkah ini diambil agar pemenang dari Maluku bisa bersaing di tingkat nasional.
“Kami berharap siswa-siswa yang ikut, bukan hanya berprestasi lokal, tapi bisa bersinar di tingkat nasional dan menjadi bagian dari generasi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Kakisina berpesan kepada para peserta untuk tetap mencintai ilmu pengetahuan, terutama Matematika dan Sains, karena dari sanalah lahir teknologi berkualitas dan berdampak bagi masa depan bangsa. (JB-01)






